Vaksin Booster Tingkatkan Antibodi, Ini Bedanya Dengan Vaksin Dosis Ketiga

Sedang Populer

Jakarta – Vaksin dosis booster dan vaksin dosis ketiga, sebenarnya dua hal yang berbeda dan masih banyak orang salah kaprah.

Dilansir dari laman infopublik, penelitian terbaru Kementerian Kesehatan, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia menyebutkan pemberian vaksin booster mampu meningkatkan antibodi, sebanding dengan dosis penuh.

Waktu itu mereka melakukan riset kepada seseorang yang sudah melakukan vaksinasi Sinovac dosis dua ditambah vaksin booster setengah dosis.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Jumat (11/2), berujar waktu terbaik untuk mendapatkan booster, minimal 6 bulan setelah vaksinasi dosis kedua.

[quads id=8]

“Perhitungan kami, jika seseorang mendapatkan booster pada bulan ke 6 sampai ke 9, maka antibodi yang diproduksi mencapai 12,5 – 88,9 kali lipat, tergantung merek vaksin booster yang dipakai waktu itu,” ujar Nadia.

Sementara itu, terkait temuan ahli tadi, Pemerintah saat ini memang tengah menjalankan program vaksinasi booster untuk masyarakat umum secara cuma cuma, dimulai sejak Rabu 12 Januari silam.

Nah, masuk kedalam bahasan beda booster dengan dosis ke tiga.

Diawali oleh pernyataan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (11/1) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Tekan Laju Omicron, Beberapa Ruas Jalan Di Malang Tutup Berkala

Yang mengatakan jika vaksinasi booster berbeda dengan istilah vaksinasi tambahan (additional dose) yang mungkin dibutuhkan saat imunitas individu tidak terbentuk dengan cukup setelah vaksinasi primer.

Umumnya dijumpai pada penderita gangguan kekebalan tubuh.

Kenapa diberikan, setidaknya ada 3 alasan penting jika dilihat dari sudut pandang kesehatan.

Pertama, kecenderungan turunnya jumlah antibodi 6 bulan pasca vaksinasi terutama di tengah kemunculan varian baru termasuk Omicron.

BACA JUGA:  IPhone SE Generasi Ketiga Diperkirakan Meluncur Bulan Depan

Kedua, bentuk usaha masyarakat untuk hidup beradaptasi di masa pandemi.

Baca Juga: Berikut Daftar Makanan Mengandung Flavonoid, Bermanfaat Untuk Mengurangi Resiko Kanker

Ketiga, memenuhi hak setiap warga negara Indonesia agar bisa mengakses vaksin demi perlindungan diri dan komunitas.

Beda Vaksin Booster Dengan Dosis Ketiga

Mengutip laman indonesiabaik, dosis booster merupakan dosis vaksin yang diberikan pada seseorang yang sudah divaksinasi, punya perlindungan cukup, kemudian menurun setelah jangka waktu tertentu.

Sehingga berfungsi untuk meningkatkan dan memastikan imun yang telah terbentuk pada dosis sebelumnya.

Rekomendasi mereka yang perlu menerima vaksin booster adalah tenaga kesehatan, lansia 65 tahun ke atas, orang tua dan dewasa dengan penyakit penyerta serta pekerja publik yang berisiko tinggi terpapar Covid-19.

Baca Juga: Begini Tanggapan Profesor Quraish Shihab Tentang Trend Spirit Doll

Sedangkan, dosis ketiga adalah vaksin yang harus diterima dan dianggap sebagai bagian dari dosis utama.

Biasanya, diberikan pada orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan sedang hingga berat dan antibodinya, belum membangun perlindungan yang cukup usai pertama kali vaksinasi.

Mereka yang direkomendasikan mendapatkan dosis ketiga di antaranya sedang menerima perawatan kanker, sedang perawatan dengan obat-obatan imunosupresif, seperti kortikosteroid. Memiliki penyakit immunodeficiency, serta penderita HIV.

[quads id=8]

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer