Jakarta – Komunitas Papua di Jakarta (Kompaja) serta Persipura Mania Jakarta melakukan aksi kepedulian dengan tajuk ‘Cinta Persipura’ serta menuntut PSSI mendiskualifikasi Persib Bandung dan Barito Putera dengan dugaan match fixing yang merugikan Persipura Jayapura.
Hal tersebut disampaikan Michael Himan selaku Sekretaris Tim Pengacara Cinta Persipura, usai diterima Sekjen PSSI Yunus Nusi, Kamis (7/4/2022).
[quads id=8]
Kompaja menduga Persib dan Barito Putera ‘main mata’ di pertandingan terakhir Liga 1 2021/22, pada hari Kamis (31/3). Keduanya bermain seri 1-1 hingga membuat Persipura terdegradasi ke Liga 2.
“Kami mengajukan tuntutan agar PSSI mendiskualifikasikan Persib dan Barito Putera atas dugaan sepak bola gajah yang dapat merusak citra sepak bola Indonesia,” tandas Michael Himan.
Persipura harus turun kelas dengan hasil akhir liga berada di posisi 16 dengan 36 poin, sama dengan Barito Putera yang unggul head to head di urutan 15.
[quads id=8]
Sebenarnya bisa saja tidak terdegradasi, namun apa daya, modal poin mereka sudah berkurang 3 sebelumnya, konsekuensi atas ketidakhadiran mereka saat laga melawan Madura United.
Dalam pertemuan tersebut, ada 7 tuntutan yang disampaikan seperti dilansir dari laman Kumparan.
”Jadi tadi, bersama rekan rekan, saya selaku kuasa hukum mendampingi mereka untuk menyampaikan 7 poin tuntutan. Pas, karena hari ini tanggalnya 7, ada 7 poin dan yang menyampaikan ada 7 orang perwakilan komunitas yang diterima masuk PSSI,” tandasnya.
[quads id=8]
Berikut Tujuh Tuntutan Cinta Persipura kepada PSSI:
1. Meminta PSSI mendiskualifikasikan Persib Bandung dan Barito Putera karena merusak citra sepak bola Indonesia dengan dugaan sepak bola gajah.
2. PSSI segera mengembalikan 3 poin Persipura dan menggelar ulang pertandingan Persipura dan Madura United yang waktu itu mestinya digelar.
3. PSSI bisa membuat regulasi untuk menambah kuota peserta Liga 1 2022/23.
[quads id=8]
4. Memulangkan ke negara asalnya dan menjatuhkan sanksi seberat mungkin kepada David Da Silva (pemain Persib).
5. Memberi waktu kepada PSSI untuk menyelesaikan persoalan dalam kurun waktu 7 x 24 jam sejak pernyataan ini dibacakan.
6. Jika tidak diindahkan oleh PSSI, dari Persipura Mania maupun Kompaja mau memobilisasi aksi yang lebih besar. Tujuannya ke PSSI, istana, maupun DPR RI untuk upaya membekukan PSSI karena dianggap membiarkan kecurangan.
[quads id=8]
7. Jika permasalahan Persipura tak ditanggapi, akan dibawa ke otoritas sepak bola internasional.
