Surabaya – Momen turunnya PPKM ke level 2, membuat Walikota Surabaya Eri Cahyadi berharap kompetisi olahraga dapat terus bergulir sehingga dapat mencetak bibit atlet.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kejuaraan bola voli Yunior antar klub se-Kota Surabaya yang berlangsung di Gelora Pancasila mulai 13 – 15 Maret serta turnamen bola voli antar Bank/Instansi 26 – 31 Maret 2022.
Pernyataan tersebut beralasan, karena selama ini Kota Surabaya jadi salah satu kota barometer olahraga di Indonesia.
[quads id=8]
“Ragam kejuaraan atau turnamen harus segera digiatkan kembali. Menggelar kejuaraan sama artinya mencetak, melahirkan bibit atlet-atlet bagi Kota Surabaya yang juga dikenal sebagai Kota Olahraga,” ujar Eri.
Lebih lanjut, Eri juga berpesan setelah PPKM Kota Surabaya turun di level II maka aktivitas olahraga otomatis diaktifkan kembali dengan cara mengadakan kejuaraan – kejuaraan, namun protokol kesehatan jangan sampai kendor.
“Kami tidak akan menggelar turnamen bola voli saja, bulan mendatang juga akan menggelar kejuaraan bola basket, bulan Mei HUT Kota Surabaya juga akan digelar beberapa cabor yang memperebutkan piala Walikota 2022, sifatnya regional dan nasional,” tandas Eri dalam laman Kominfo Jatim, Senin 14 Maret.
Disebutkan di awal, dengan di gelarnya kejuaraan dan turnamen olahraga, diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet Surabaya yang nantinya bisa memperkuat kontingen Jawa Timur bahkan nasional.
Untuk meraih prestasi sehingga membawa nama harum Kota Surabaya di kancah nasional maupun internasional, seperti klub bola voli Surabaya Bhayangkara Samator dan Surabaya Bank Jatim, kedua klub lahir di markasnya arek arek Suroboyo.
[quads id=8]
Sementara itu Sekretaris Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Surabaya, Edi Swasono mengatakan maksud dan tujuan digelarnya kejuaraan bola voli piala Walikota 2022 selain untuk melaksanakan program kerja tahunan.
Juga untuk meningkatkan pembinaan terhadap atlet di klub bola voli dibawah naungan PBVSI Surabaya serta menggairahkan kembali klub atau kumpulan bola voli di lingkungan instansi dan perbankan.
Serta menggairahkan kembali pembinaan atlet atlet bola voli dari usia yunior. Terlebih klub anggota PBVSI, selama 3 tahun tidak ada kegiatan kompetisi terbentur pandemi.
“Event kali ini momen untuk mencari bibit atlet terbaik dari klub bola voli di Surabaya yang nantinya akan mewakili pada event kejuaraan bola voli yunior tingkat provinsi serta nasional,” papar Edi.
Sementara itu, hadiah yang diberikan kepada pemenang oleh Pemerintah Kota Surabaya, juara pertama uang pembinaan 10 juta rupiah, juara 2 – 7,5 juta rupiah, juara 3 – 5 juta rupiah dan juara 4 – 3 juta rupiah.
[quads id=8]
