Selain Gibran Anak Presiden Ini Juga Juga Mencalonkan Diri Jadi Pemimpin

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com – Anak Presiden Joko widodo yakni Gibran Rakabuming resmi mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo dengan diusung Partai Demokrasi Indonesia. Dalam Pilkada Solo 9 Desember 2020 itu dia didampingi oleh Calon Wakil Wali Kota Solo yakni Teguh Prakosa. Dalam penjelasan Gibran Rakabuming mengaku sudah merasa seirama dengan wakilnya tersebut. Serta siap menjalin kerja sama dengan cara melakukan komunikasi intensif demi membangun Kota Solo bila terpilih.

Pihak Teguh Prakosa juga siap mengikuti kemana kemauan Gibran Rakabuming. Karena langkah Gibran yang rapi, berwawasan luas dan bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu sebagai kader PDIP yang sudah lama berkecimpung di dunia politik dan pemerintah. Teguh Prakosa siap mengingatkan Gibran Rakabuming bila dirasa perlu.

Peristiwa dimana anak presiden mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah ataupun nasional ternyata tidak hanya dilakukan oleh Gibran Rakabuming. Karena baik di Indonesia maupun di luar negeri banyak peristiwa sama.

Seperti anak mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ikut dalam bursa pencalonan gubernur di Jakarta hingga George Walker Bush yang mencalonkan diri menjadi presiden di Amerika Serikat tahun 2001. Ternyata ayahnya juga adalah presiden di Amerika Serikat ke 41 yakni George H.W. Bush.

1.Agus Murti Yudhoyono

Semua orang Indonesia pasti tahu bisa Agus Murti Yudhoyono atau lebih akrab dipanggil AHY adalah anak dari Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan presiden ke 6 di Indonesia. Mengikuti jejak ayahnya yang seorang tentara AHY juga seorang tentara dengan pangkat terakhir Mayor infanteri. Pria yang merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 ini pernah mencalonkan diri menjadi gubernur di DKI Jakarta.

Pada tahun 2017 AHY memulai karier sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Saat itu dia didukung 4 partai politik yakni PKB, PPP, PAN dan Partai Demokrat. Sayangnya AHY yang berpasangan dengan Sylviana Murni harus kalah karena mendapatkan posisi ke tiga. Sehingga di putaran kedua yang bertarung adalah Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan. Dalam Pilkada ini dimenangkan oleh Anies Baswedan dengan pasangannya Sandiaga Uno.

BACA JUGA:  Selain Bupati Kutai Timur dan istrinya Inilah 5 Pasangan yang Ditangkap KPK Karena Korupsi

2.Megawati Soekarno Putri

Megawati Soekarno Putri adalah putri dari Presiden Soekarno. Perempuan yang didapuk menjadi pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini sangat pengalaman akan dunia perpolitikan. Dibuktikan pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia  yang menjabat dari tahun 1999 hingga 2001. Setelah itu menjadi presiden dari tahun 2001 hingga 2004.
Selama menjabat sebagai presiden inilah Megawati Soekarno Putri menginisiatif pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kerjanya cukup efektif hingga saat ini.

Imbas dari krisis moneter pada tahun 1998 / 1999 terpaksa beliau mendapatkan warisan utang negara cukup besar. Solusinya adalah menjual belasan BUMN demi mendapatkan Rp 18,5 triliun demi menurunkan utang negara. Sayangnya kebijakan ini seringkali mendapatkan kritikan karena dianggap menjual aset negara oleh musuh – musuh politik Megawati Soekarno Putri.

Pada tahun 2004 Megawati Soekarno Putri ikut dalam pemilihan presiden dengan menggandeng Hasyim Muzadi. Saat itu dia berhadap – hadapan dengan bekas menterinya sendiri yakni Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam pemilu selama dua putaran itu dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dengan kemenangan 60,62%.

3.George Walker Bush

Presiden George Walker Bush adalah anak dari Presiden George H. W. Bush atau lebih dikenal sebagai Presiden George Bush senior. Sebelumnya sang ayah adalah presiden ke 41 di Amerika Serikat. Sang anak mencalonkan diri menjadi presiden pada tahun 2001 dan berhasil menjadi presiden.

Presiden George Walker Bush dikenal sebagai presiden perang. Karena pasca peristiwa peristiwa penyerangan WTC 11 September 2001 dia banyak memberlakukan kebijakan perang. Setelah itu Amerika melakukan invansi ke Afghanistantan tahun 2001 untuk mengalahkan Taliban. Karena dituduh menyembunyikan teroris pelaku penyerangan WTC. Tidak hanya itu dia juga menuduh Irak menyimpang senjata pemusnah massal nuklir. Kemudian pada 1 Mei 2003 menginvansi Irak dan menjatuhkan Presiden Saddam Hussein. Hal itu cukup memalukan sebab di Irak tidak ditemukan senjata pemusnah massal. Akibatnya hal ini malah membuat Irak kacau karena bentrok Sunni dan Syiah terjadi terus menerus.

BACA JUGA:  Fakta Kehidupan Rhoma Irama yang Tengah Terbelit Kasus PSBB di Bogor

Peristiwa memalukan terjadi saat Presiden George Walker Bush melakukan konferensi pers di Bagdad pasca invansinya ke Irak. Saat itu tanggal 14 Desember 2008 wartawan Irak bernama Muntazer Al Zaidi melempar Presiden George Walker Bush sepatu. Alasannya sebagai salam perpisahan dari janda dan anak – anak yang jadi yatim setelah invansi Amerika di Irak.

4.Benazir Bhutto

Benazir Bhutto adalah perdana menteri di Pakistan periode tahun 1998 dan tahun 1993. Ayahnya juga adalah Perdana Menteri Pakistan periode 1971 – 1973 yakni Zulkifar Ali Bhutto. Sayangnya saat Benazir Bhutto mencalonkan diri menjadi perdana menteri sang ayah sudah tidak ada. Karena sang ayah dipecundangi oleh Jendral Muhammad Zia Haq dengan memanfaatkan undang – undang darurat atas tuduhan memberikan wewenang membunuh lawan politik. Kemudian oleh MA Pakistan dihukum gantung, kejadian itu terjadi pada tahun 1977.

Sayangnya nasib Benazir Bhutto senasib dengan ayahnya yakni dipecundangi secara politik dan mati menggenaskan. Tepatnya 20 bulan setelah menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan tahun 1988 dia digulingkan Presiden Ghulam Ishaq Khan yang menggunakan Amandemen ke-8. Ironisnya undang – undang itu digunakan juga untuk membunuh mendiang ayahnya. Tidak menyerah setelah itu tahun 1993 Benazir Bhutto kembali mencalonkan diri menjadi perdana menteri dan berhasil. Namun lagi – lagi Amandemen ke-8 menjegal sehingga kekuasaanya diturunkan. Saat itu dia dijegal oleh Presiden Farooq Leghari. Kelak diketahui bahwa semua alasan pemakzulannya yakni tuduhan korupsi semata – mata balas dendam politik. Hal ini mengakibatkan sang suami juga dipenjara selama 8 tahun tanpa dakwaan apapun.

Pasca pemakzulannya tahun 1993 dia kembali mencalonkan diri menjadi perdana menteri di Pakistan pada tahun 2008. Sayangnya nasibnya harus tragis karena pada tanggal 27 Desember 2007 dia ditembak di leher. Kemudian pembunuhnya meledakkan diri menggunakan bom bunuh diri. Nyawa perempuan hebat itu tidak tertolong saat sudah mencapai rumah sakit.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer