Debat Perdana Pilwakot Solo

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com – Debat Pilkada Solo yang pertama telah dilaksanakan pada Jumat, 6 November 2020. Dalam debat ini diikuti oleh pasangan Gibran Rakabuming dan Teguh Prakoso melawan pesaingnya Bagyo wahyono dan FX Suparjo.

Dimana Gibran Rakabuming sendiri yang merupakan anak dari Presiden Joko Widodo diusung banyak partai. Mulai dari PDIP, PAN, Gerindra dan PSI. Sedangkan Bagyo Wahyono mengajukan diri lewat jalur perseorangan.

Debat ini sendiri dibagi beberapa sesi yang pertama yakni pembukaan kemudian pengenalan paslon, pemaparan visi dan misi dan debat 1 hingga debat 5. Dalam debat ini sendiri membawa tiga tema utama yakni problematika kota, pelayanan publik dan Covid-19.

Pasca debat selesai Gibran Rakabuming tidak banyak bicara kecuali menyerahkan semuanya kepada pendapat rakyat Solo yang melihat debat mereka.

“Kalau masalah memuaskan atau tidak, biar warga yang menilai. Ini saya sama Pak Teguh minta izin untuk istirahat dulu. Besuk blusukan lagi, terimakasih,” ucap Gibran.

Sedangkan dari pihak lawan yakni Bagyo Wahyono. Seusai debat langsung meninggalkan tempat karena alasan kesehatan. Hal itu dijelaskan oleh Sigit Prawoso yang merupakan Ketua Tim Pemenangan Bajo.

“Mohon maaf sebelumnya, Pak Bagyo kondisinya kurang bisa memungkinkan tidak bisa menemui panjenengan. Beliau meminta untuk meninggalkan tempat, debat lain kali mungkin kita bisa dialog lagi,” jelas Sigit Prawoso di waktu yang sama.

Dilansir dari kompas.com berikut pendapat dari Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Sebeleas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto.

“Hanya cara mengartikulasikan gagasan terlalu emosional dan cenderung kaku tidak rileks sehingga kurang dalam isinya,” pendapat Agus Riewanto terhadap penampilan Gibran Rakabumi lewat pesan WhatsApp di waktu yang sama.

Sedangkan pasangan lawannya yakni Bagyo Wahyono cenderung sangat sederhana dalam hal isi materi.

BACA JUGA:  Selain Gibran Anak Presiden Ini Juga Juga Mencalonkan Diri Jadi Pemimpin

“Kurang greget dan argumentatif . Cuma penyampaiannya lebih tenang dan apa adanya khas rakyat,” jelas Agus Riewanto.

Terkait solusi atas beberapa masalah di Kota Solo. Menurut Agus Riewanto kedua pasangan cenderung belum solutif dan menyentuh ke akar masalah.

“Karena mereka new Comer (pendatang baru) dan tidak punya pengalaman pemimpin baik di parpol, ormas maupun birokrasi jadi materinya cuma meraba – raba,” jelasnya

Sebagai penutup Agus Riewanto menyarankan agar Gibran Rakabumi lebig rileks dan tidak emosional.

“Gibran perlu lebih rileks tidak emosional dan riset mendalam atas problem Solo agar ketika menyampaikan materi menyentuh akar masalah,” katanya
Untuk Bagyo Wahyono disarankan afar lebih tegas dan perlu perbaikan dalam retorika.

“Bajo perlu lebih tegas dan artikulatif agar tak terkesan cuma curhat bukan kampanye yang bersifat mengajak dan mempengaruhi. Perlu perbaikan retorika dan logika yang kuat,” sambungnya.

More articles

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer