Fakta Kehidupan Rhoma Irama yang Tengah Terbelit Kasus PSBB di Bogor

Bogor - Raja dangdut Indonesia Rhoma Irama tengah terbelit masalah terkait pelanggaran PSBB di sebuah acara khitanan di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Penjelasan Rhoma Irama mengatakan bahwa dia hanya disuruh menyanyikan beberapa lagu bersama sejumplah artis lain.

Selain itu Rhoma Irama juga berdalih bahwa dia didampingi aparat. Sehingga seharusnya sebelum acara dimulai aparat semestinya harus membubarkan acara yang berpotensi sebagai penyebaran Covid 19.

Sehingga janggal tentunya apabila Rhoma Irama dikenai sanksi hukum aturan Perbup Nomor 35 tahun 2020 tentang kegiatan mengumpulkan massa di suatu wilayah yang terinfeksi Covid 19 di zona merah kecamatan.

"Tentu kita berharap agar masalah ini tidak berlarut - larut sehingga ditemukan titik terang".

Membicarakan Rhoma Irama beliau adalah artis yang serba bisa. Dibuktikan menciptakan banyak lagu dangdut bahkan merambah hingga menjadi aktor televisi.

BACA JUGA: Ekonom: Pemulihan Ekonomi Masih Lambat Meski PSBB Dicabut

Banyak lagu hits yang sudah diciptakan mulai dari "Begadang" hingga "Judi". Selain itu banyak fakta - fakta menarik tentang Rhoma Irama. Mulai dari pencalonan diri dalam Pilpres 2014 hingga beberapa usaha pembunuhannya saat menjadi juru kampanye Partai PPP tahun 1977.

1.Mencalonkan diri menjadi calon presiden 2014

Melihat kondisi akhlak bangsa yang harus diperbaiki membuat raja dangdut kelahiran 11 Desember 1946 ini berminat mencalonkan diri dalam Pilpres 2014.

Apalagi saat dirinya didorong oleh Partai Kebangkitan Bangsa yang notabene berasas Islam, sehingga cocok dengan kepribadian Rhoma Irama.

Selain itu dia juga mendapatkan dukungan dari beberapa ulama maupun para habib di Jakarta. Hal itu ditandai dengan terlihatnya baliho besar di berbagai titik Kota Jakarta.

Baliho itu bergambar dirinya dalam posisi tengah menunggang kuda. Lengkap dengan penjelasan Partainya Ksatria Berkuda.

Sayangnya ternyata PKB malah memilih Joko Widodo sebagai pendukungnya. Meskipun partai naungannya memilih Joko Widodo namun Rhoma Irama berbeda pilihan. Dia lebih memilih Prabowo Subianto sebagai presiden pilihannya.

Dalam penjelasannya lebih lanjut dia mengaku siap dihujat karena sudah menjadi resiko. Baginya dunia politik bukan hal baru baginya.

Dibuktikan saat Orde Baru berkuasa dia menjadi juru kampanye Partai Persatuan pembangunan ( PPP). Tidak heran kepopulerannya sebagai raja dangdut kala itu membuat suara PPP di Jakarta mampu mengalahkan suara Golongan Karya milik penguasa kala itu.

Bahkan pada tahun 1993 dia menjadi anggota DPR mewakili seniman dan artis di Senayan. Selain itu Rhoma Irama juga mendirikan Partai Idaman, namun tidak lolos ambang batas partai sehingga tidak lolos peserta Pemilu 2019. Akhirnya Rhoma Irama meleburkan partainya dengan Partai PAN. Hal ini dibuktikan dengan pertemuannya dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan.

2.Ancaman pembunuhan

Saat menjadi juru kampanye PPP tahun 1977 membuat nama PPP di Jakarta harum. Akhirnya di pemilu tersebut PPP memenangkan suara mengalahkan Golongan Karya yang notabene milik penguasa Orde Baru.

Akibatnya mulai saat itu banyak ancaman pembunuhan yang dialamatkan kepadanya. Apalagi di tahun 1980 dia juga menciptakan lagu berjudul "Hak Asasi Manusia" yang dianggap kritikan terhadap Orde Baru.

Pertama adalah saat berkampanye di Medan. Saat itu lautan peserta kampanye sangat banyak sehingga Rhoma Irama harus membelah lautan peserta kampanye.

Tiba - tiba saja ada benda melayang ke arah perutnya. Namun dengan sigap dia tangkap benda yang terbungkus koran. Setelah dibuka ternyata berisi belati. Tentu bila tidak ditangkap dapat berbahaya.

Kedua adalah saat berkampanye di Palembang. Tiba - tiba dari arah belakang muncul orang mabuk dengan membawa golok. Tidak hanya mabuk orang itu juga berupaya membacok Rhoma Irama.

Namun dengan kemampuan bela dirinya Rhoma Irama berhasil meringkus pemabuk tersebut. Peristiwa berikutnya terjadi di Jember. Saat itu dia hendak dijamu makan pemilik rumah. Namun dia tidak jadi masuk karena ada keperluan. Baru beberapa langkah meninggalkan rumah itu ternyata rumah itu meledak.

3.Gelar profesor yang dipersoalkan

Dalam rangka mencalonkan diri menjadi calon presiden tahun 2014 banyak baliho pencapresan Rhoma Irama di sudut Jakarta. Salah satunya spanduk di Jalan Tanjung Barat Raya, Jakarta Selatan. Di spanduk itu bertuliskan " Presiden Kita Bersama Prof. Rhoma Irama ". yang menarik terdapat gelar profesor sehingga banyak pihak menanyakan gelar tersebut.

Dalam penjelasannya gelar tersebut diperoleh pada Februari 2005. Gelar kehormatan profesor dan doctor honoris causa (Dr HC) itu berasal dari American Universitu of Hawaii. Diberikan karena dedikasi Rhoma Irama dalam dunia musik dangdut.

Di kehidupan akademisi sendiri paling tidak nama Rhoma Irama telah menjadi banyak rujukan skripsi. Bahkan peneliti asing yakni William H Frederick seorang doktor sosiologi Universitas Ohio menjadikannya penelitian atas popularitasnya di kehidupan masyarakat.

4.Pernah berseteru dengan Inul Daratista

Pada tahun 2003 dunia dangdut kedatangan Inul Daratista yang segera naik daun karena goyang ngebornya. Menyikapi goyang ngebor Inul Daratista itu Rhoma Irama menanggapi dengan penilaian menyudutkan. Karena menurutnya goyang ngebor Inul Daratista merusak moral bangsa dan menodai citra musik dangdut yang selama ini dia bangun.

Hal tersebut membuat Rhoma Irama mengumpulkan penyanyi lain di Paguyuban Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) agar menghimbau televisi untuk memboikot Inul Daratista.

Menyikapi hal itu Inul Daratista berlapang dada dengan menemui Rhoma Irama dan meminta maaf. Dia mencium tangan Rhoma Irama sebagai tanda telah terjadi perdamaian diantara mereka berdua.

Perseteruan itu pun muncul kembali saat Inul Daratista dan Rhoma Irama diundang untuk menghadiri rapat Komisi VIII DPR. Dalam rapat membahas undang - undang pornografi dan pornoaksi itu Rhoma Irama menyindir Inul Daratista lagi.

Dengan mengatakan bahwa goyang Inul Daratista termasuk bagian pornoaksi sehingga harus dilarang. Karena goyang sensaional itu menimbulkan keresahan dan syahwat penonton.

Inul Daratista hanya tertunduk lesu namun tidak kuasa membendung air matanya. Akhirnya dia bersama rekannya Ruhut Sitompul ke luar ruangan untuk menenangkan diri.

5.Digerebek saat tengah bersama Angel Lelga

Pada Tahun 2003 Rhoma Irama tertangkap basah tengah berduaan di sebuah apartemen bersama Angel Lelga pada malam hari. Penggerebekan itu ditanyangkan banyak media infotaiment.

Dalam pengakuannya Rhoma Irama beralasan bahwa di apartemen itu dia tengah memberikan nasihat kepada Angel Lelga tentang kehidupan. Namun selang beberapa waktu Rhoma Irama mengakui telah menikah secara agama dengan Angel Lelga.

Kejadian itu berawal saat Rhoma Irama terbaring di rumah sakit. Lalu datanglah Angel Lelga yang membuat kehebohan yang sempat membuat Angel Lelga pingsan. Dan dari situlah Rhoma Irama mengaku sudah melaksanakan nikah siri dengan Angel Lelga.