Sederet Jurnalis yang Tewas Karena Pemberitaannya

Sedang Populer

Warna Biru Media
Sumber Inspirasi dan berita terpercaya

Polisi tengah mengusut tewasnya jurnalis Metro TV bernama Yodi Prabowo. Jasadnya ditemukan di sisi jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pada Jumat 10 Juli 2020 tepat pukul 11.00. Saat ditemukan jurnalis berusia 26 tahun itu dalam posisi telungkup dan luka tusuk di perut. saat ditemukan korban menggunakan jaket warna hijau lumut, celana jeans warna hitam dan tas selempang.
Dalam penjelasannya Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto menyatakan Yodi tewas dibunuh. Dibuktikan ditemukan adanya sejumplah luka tusukan pada perut dan dada. Di TKP juga ditemukan pisau dengan gagang berwarna hitam. Hingga saat ini pihak kepolisian tengah mengusut kasus ini.

Mengenai tewasnya jurnalis tidak hanya dialami oleh jurnalis Metro TV tersebut. Yang menjadi sorotan adalah saat seorang jurnalis tewas dibunuh karena pemberitaannya. Banyak kasus pembunuhan jurnalis karena pemberitaannya. Seperti jurnalis Jamal Khashoggi yang dibunuh karena pemberitaan vokalnya terhadap Kerajaan Arab Saudi hingga tewasnya jurnalis Anak Agung Bagus Narendra karena pemberitaan soal korupsi di Bangli.

1.Pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi

Pemberontak Houthi di Yaman dengan bantuan Iran berhasil menguasai Ibu Kota Yaman. Mereka menghalau pemerintah Yaman yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Mansour Hadi. Kemudian presiden itu mengungsi ke Arab Saudi untuk meminta bantuan. Hasilnya Arab Saudi mengirimkan tentara bayaran ke Yaman untuk memerangi Pemberontak Houthi. Tidak hanya itu roket dan rudal juga diluncurkan untuk menghancurkan para pemberontak Houthi.

Konon dalam menghadapi Pemberontak Houthi itu Arab Saudi menggunakan bom kimia. Hal tersebut diketahui oleh jurnalis bernama Jamal Khashoggi, sehingga wartawan yang selalu vokal terhadap Kerajaan Arab Saudi itu melarikan diri ke Turki. Selama di Turki kolumnis di Washington Post itu selalu mengkritik pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Gerah dengan kritik Jamal Khashoggi membuat Kerajaan Arab Saudi membunuhnya saat mengurus dokumen di Konsultat Arab Saudi di Istambul Turki.

BACA JUGA:  Dinas Pendidikan Sumenep Kembali Terapkan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

Semula berawal pada tanggal 2 Oktober 2018 saat dia masuk ke Konsultat Arab Saudi di Istambul Turki untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan sang kekasih. Sebelum masuk dia mengaktifkan fitur perekam pada Apple Watch yang dia kenakan. Sedangkan ponselnya dia serahkan kepada kekasihnya. Namun hingga gedung tutup tunangan Khashoggi, Hatice Chengiz tidak melihat dia keluar. Akhirnya Hatice Chengiz meminta bantuan Presiden Erdogan untuk mengusut hal itu.

Dalam rekaman dari Apple Watch itu terdengar suara "Jika Anda ingin hidup ketika kembali ke Arab Saudi diamlah !" Hal itu memicu spekulasi bahwa dia dibunuh. Yakni dengan cara dibekap menggunakan plastik hingga meninggal dunia. Setelah itu mayatnya dimutilasi dan dihancurkan menggunakan zat kimia untuk dilarutkan. Setelah itu larutan tubuhnya dibuang lewat saluran air di konsulat Arab Saudi tersebut.

Pihak Kerajaan Arab Saudi mempunyai versi sendiri soal kematian jurnalis Jamal Khashoggi itu. Para pembunuhnya yang berjumplah 15 orang ini bergerak sendiri tanpa perintah otoritas Kerajaan Arab Saudi. Awalnya mereka sudah mempunyai rumah aman jika Jamal Khashoggi berhasil diculik dan diamankan. Setelah Jamal Khashoggi masuk konsulat mereka meminta agar dia pulang ke Arab Saudi, namun jurnalis itu menolak. Sehingga terjadilah cekcok yang berujung pada pembunuhan. Dia dibekap dan disuntik obat bius dosis besar yang membawa pada kematiannya. Setelah itu tubuhnya dimutilasi dan potongan tubuhnya dikirim ke luar konsulat untuk dimusnahkan. Di pengadilan Kerajaan Arab Saudi ini sebanyak 5  pelaku pembunuh Jamal Khashoggi ini divonis mati sedangkan sisanya dipenjara 24 tahun.

2.Pembunuhan Jurnalir Radar Bali Anak Agung Bagus Narendra Prabangsa

Pada Senin 16 Februari 2009 ditemukan jasad jurnalis Prabangsa mengapung di Teluk Bungsil, Bali. Saat ditemukan hanya ditemukan dompet berisi KTP, SIM, STNK dan  ATM BNI. Hasil visum membuktikan wartawan itu tewas dibunuh karena dahi remuk dan bekas luka jeratan di lehernya. Awalnya polisi menyerah karena kurangnya bukti dalam penyelidikan ini. Berhembus pembunuhan ini karena motif perselingkuhan namun hal itu dianggap tidak kuat.

BACA JUGA:  Kronologi Penangkapan Artis FTV HH yang Diduga Terlibat Prostitusi

Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) cabang Denpasar mengusut kasus ini. Hasilnya terdapat tiga berita yang berpotensi memancing konflik dengan jurnalis Prabangsa. Dimana semua berita itu berisi manipulasi permainan anggaran negara di Pemerintahan Kabupaten Bangli. Seperti soal korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli. Ditemukan fakta bahwa adik Kandung Bupati Bangli bernama Nyoman Susrama adalah kontraktor yang banyak memenangkan proyek di lingkungan instansi pemerintah di Bangli.

Terdapat kabar bahwa Nyoman Susrama memindahkan mobil Kijang Rovernya ke Yogyakarta untuk diberikan kepada saudaranya disana. Selain itu saudara tiri jurnalis Prabangsa bernama Rewati bekerja di perusahaan air minum milik Nyoman Susrama. Namun saat kematian jurnalis Prabangsa ternyata Nyoman Susrama tidak hadir. Padahal hal tersebut tidak sesuai adat kebiasaan di Bali. Dimana saat ada sanak keluarga karyawan meninggal dunia maka perusahaan akan mengirimkan perwakilan untuk mengucapkan bela sungkawa. Ada pula kabar bahwa Nyoman Susrama menggelar upacara membersihkan rumah dari roh jahat atau Upacara Mecaru.

Karena maraknya pemberitaan agar kasus jurnalis Prabangsa akhirnya polisi bergerak. Polisi menemukan bukti percakapan Nyoman Susrama meminta jurnalis Prabangsa agar menghentikan pemberitaan soal korupsi di Bangli. Polisi juga menggeledah rumah Nyoman Susrama disana ditemukan dua mobil dengan karpet berisi darah kering.
Mobil Kijang Land Rover Nyoman Susrama yang dikirim ke Yogyakarta juga digeledah. Hasilnya ditemukan darah di jok tengah bagian kanan. Dimana darah itu cocok dengan darah di karpet mobil milik Nyoman Susrama yang ada di Bali. Darah itu cocok dengan golongan darah jurnalis Prabangsa.

Hasilnya pada tanggal 24 Mei 2009 penyelidik Polda Bali memutuskan Nyoman Susrama dijadikan tersangka dan dijerat pasal pembunuhan berencana. Dia divonis hukuman seumur hidup oleh hakim pada tanggal 15 Februari 2010. Namun oleh Presiden Jokowi dia mendapatkan remisi dari Presiden Joko Widodo sehingga hanya dihukum 20 tahun.

BACA JUGA:  Pembelot Korea Utara Meyakini Kim Jong Un Sudah Mati Dan Akan Diumumkan Dalam Waktu Dekat
- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Sedang Populer