Napi Chai Changpan yang Melarikan Diri Ditemukan Gantung Diri

Kompas.com

Warnabiru.com -  Pasca melarikan diri dari Lapas I Kota Tangerang, terpidana Chai chamgpan melarikan diri di Hutan Jasinga, Bogor. Namun beberapa saat setelah pelariannya di hutan WNA asal China itu ditemukan gantung diri pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

Soal bunuh diri Chai Changpan dijelaskan secara lansung oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana.

"Identifikasi bahwa beberapa ciri - ciri ini identik terpidana mati Chai Changpan mulai dari sidik jari dan beberapa tato," jelas Irjen Pol Nana Sudjana.

Dilansir dari kanal Youtube Talk Show TvOne pada Selasa, 20 Oktober 2020. Dari penjelasan istri sirinya yang bernama Nuryannah disebtkan Chai Changpan datang kerumahnya.

"Pak Antony ( Chai Changpan ) kesini baru sekali pas hari Senin Kabur. Pagi setengah tujuh sampe jam tujuh, tapi Pak Antony enggak bilang apa - apa ke saya," jelas Nuryannah.

Dalam pertemuan terakhirnya itu Chai Changpan terlihat terburu - buru dan hanya memeluk anaknya.

"Langsung keadaan buru - buru, nemuin anaknya. Enggak ngobrol apa - apa ke saya, cuma mana anak saya, pengen gendong, pengen meluk," jelas Nurayanah sambil menangis terisak

"Sampai sekarang belum ke sini lagi, saya sudah lama enggak ngunjungin sejak Corona, video call paling nanyain tentang anaknya saja gimana - gimana sudah makan apa belum, enggak pernah ngomong macam - macam enggak pernah," kata Nurayanah.

Nurayanah menegaskan selama menikah dengan Chai Changpan dirinya mengaku tidak pernah diberi aset sama sekali oleh suaminya tersebut.

"Kalau rumah ini baru sebelum Pak Antony ditangkap belum ada, pas Pak Antony ditangkap enggak lama saya bikin ini rumah, ini tanah bukan dari Pak Antony, ini warisan orang tua saya," jelas Nurayanah.

Sebelumnya awal perkenalan Nurayanah dengan Chai Changpan, karena dirinya bekerja di rumah Chai Changpan.

"Saya pernah kerja di Pak Antoni itu, saya kerja cuma satu hari. Saya enggak betah, saya pulang lagi," jelas Nurayanah.

"Begitu saya enggak kerja, sudah lama, Pak Yong Fan ke rumah, minta sama orangtua nikah. Sama Pak Antoni itu nikah siri," jelas Nurayanah.

Chai Changpan sendiri selama di Indonesia belum pernah melepas kewarganegaraan China yang dia sandang sejak lama.

"Kalau Pak Antoni di sini bawanya paspor. Enam bulan sekali pulang lagi ke China, dicap lagi paspornya, balik ke Indonesia," jelas Nurayanah.

Namun pasca merebaknya pandemi Corona dirinya tidak pernah menjenguk Chai Changpan yang ditangkap kepolisian karena kasus narkoba.

"Saya sudah lama enggak mau kunjungan semenjak Corona. Video call itu paling nanyain anaknya, tentang anaknya aja. Gima kabarnya, udah makan apa belum, enggak pernah ngomongin macam - macam," jelas Nurayanah.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya narapidana dalam kasus narkoba bernama Cai Changpan melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kota Tanggerang.

Pelarian bandar narkoba asal Cina itu dilakukan pada Jumat, 18 September 2020. Atas peristiwa ini pihak kepolisian dan aparat terkait tengah menyelidiki kasus ini.

Hasilnya dua petugas Lapas disana ditetapkan sebagai tersangka. Karena diduga membantu pelarian bandar narkoba yang berasal dari China tersebut.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan oleh Penyidik Polres Metro Tangerang Kota.

"Hasil gelar perkara kemarin, kedua oknum, yaitu Wadanru 2 dan PNS kesehatan di Lapas Tangerang, ditetapkan sebagai tersangka," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Atas perbuatannya membantu pelarian napi Cai Changpan kedua petugas Lapas ini dijerat pasal 426 KUHP.

"Kita naikkan statusnya menjadi tersangka, kita persangkakan di Pasal 426 KUHP dan dari fakta kita temukan memang yang bersangkutan ini ada indikasi kelalaian membantu tersangka Cai Changpan in melarikan diri,"jelas Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya.

Kesalahan kedua petugas Lapas ini adalah menyediakan peralatan bagi Chai Changpan untuk melarikan diri dengan cara menggali terowongan selama 8 bulan.

"Indikasi kelalaian membantu si tersangka Cai Changpan ini melarikan diri dengan menyediakan alat pompa air. Pada saat dia menggali, memang waktu itu tersangka (napi Chai Changpan) itu memesan kepada dua orang ini dan tiap hari kedua orang ini yang menyimpan pompa air itu, setelah selesai digunakan disimpan selama hampir 8 bulan," jelas Kombes Yusri Yunus.

Pasca melarikan diri Chai Changpan pulang ke rumahnya untuk menemui istri sirinya dan anaknya di Bogor. Kemudian diduga bersembunyi di Hutan Tenjo yang letaknya tidak jauh dari belakang rumahnya.

"Tim masih bergerak, dari Brimod juga bergerak mem-back up, tim (Direktorat) Narkoba dan Krimum Polda Metro Jaya dan Polres. Juga sudah kita turunkan ada tiga K9 (anjing pelacak) di lapangan untuk melakukan pengejaran, mudah - mudahan secepatnya kita bisa menangkap yang bersangkutan," jelas Kombes Yusri Yunus.

Saat melarikan diri di Chai Changpan sempat membeli makanan di salah satu rumah warga. Namun karena warga tidak mengetahui bila Chai Changpa adalah DPO warga membiarkannya. Atas hal itu pihak kepolisian memperluas jangkauan pencarian.

"Sementara tim masih bergerak di lapangan saya sudah sampaikan kita perluas ke daerah Babakan, karena ada saksi - saksi masyarakat yang bertemu dengan Chai Changpan, dari keterangan itu yang kita kembangkan," jelas Kombes Yusri Yunus