Fakta Baru Kasus Bunuh Dirinya Eks Kepala BPN Denpasar Pasca Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com - Dalam olah TKP pasca bunuh diri eks Kepala BPN Denpasar di toilet Kejati Bali, Senin, 31 Agustus 2020. Pihak Laboratorium Forensik Polda Bali bersama Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri, menjelaskan korban memang bunuh diri.

Hal tersebut dengan dibuktikan ditemukannya guns shot residu (GSR) pada senjata api milik TN. Yang melakukan bunuh diri pasca akan ditahan di Lapas Krobokan, Bali.

"Hasilnya bahwa pada ujung laras senjata api positif mengandung timbal atau GSR. Kemudian, swab pada laras senjata api juga mengandung timbal atau GSR. Artinya benar senjata ini yang ditembakkan saat kejadian. Selain itu, swab pada lubang tembak di baju korban dan hasilnya positif mengandung timbal atau GSR," jelas Kabid Labfor Polda Bali, Kombes Pol I Nyoman Sukena dalam komferensi persnya di Polda Bali, Jumat, 4 September 2020.

Semakin diperkuat adanya fakta anak peluru yang ikut menembus tubuh korban. Dari hasil tembakan jarak dekat itu pula mengakibatkan dinding toilet ada bekas peluru yang digunakan korban untuk bunuh diri.

"Bahwa senjata api itulah yang digunakan korban dan benar GSR-nya ada di baju korban dan pada senjata api tersebut. GSR-nya banyak ditemukan, jadi jarak tembaknya dekat. Kalau jauh akan sulit mendapatkan bukti kandungan GSR-nya. Sedangkan dinding belakang berupa benturan peluru yang ada," jelas Kombes Pol I Nyoman Sukena.

Peluru itu sesuai dengan bukti senjata api jenis revolver SR38357 buatan Turki yang dimiliki korban. Selain itu ditemukan pula bukti lainnya yakni empat butir peluru kaliber 38 mm, baju korban, jam tangan korban dan satu keping pecahan anak peluru yang digunakan korban untuk bunuh diri.

"Di Laboratotirum forensik tidak memeriksa sidik jari, karena ada di inafis. Melihat barang bukti yang sudah banyak pertama kali terkontaminasi dan sulit didapatkan," jelas

BACA JUGA:  Shalat Ied Dirumah, Berjamaah Atau Sendiri dan Bisa Tanpa Khotbah

Seperti diberitakan sebelumnya bekas Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar, TN (53) tewas usai bunuh diri di toilet Kejaksaan Tinggi Bali, Senin, 31 Agustus 2020 malam. kejadian naas ini bermula saat TN diperiksa secara intensif oleh pihak Kejaksaan Tinggi Bali. Setelah ditetapkan sebagai tersangka kemudian TN digiring menuju Lapas Kerobokan menggunakan mobil tahanan.

Ketika perjalanan ke mobil tahanan kejaksaan dia izin ke toilet dan bunuh diri Rencananya TN akan ditahan mulai hari itu karena kecenderungannya setelah ditetapkan sebagai tersangka seringkali pergi tanpa pamit. 

Kasus yang menjerat TN bermula dari laporan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) tentang adanya dugaan korupsi dalam kasus lahan Tahura. Kemudian hal tersebut diselidiki oleh Pidsus Kejati Bali.

Kemudian TN ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi saat menjabat sebagai kepala BPN Denpasar dari tahun 2007 hingga tahun 2011.
Modus operandi yang dia gunakan adalah memanfaatkan kedudukannya sebagai kepala BPN Denpasar untuk mencari keuntungan dalam penerbitan sertifikat tanah.

Banyak aset milik TN yang disita Kejaksaan Tinggi Bali. Diduga aset - aset tersebut merupakan hasil dari tindak korupsi yang dia lakukan. Diantaranya 12 unit kendaraan milik TN, aset tanah di 14 lokasi berbeda dan yang terbaru adalah tiga bidang tanah di Padangsambian, Denpasar Bali. Sehingga total barang sitaan mencapai 11 aset tanah dan 9 bidang bangunan.

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Sedang Populer