Mereka yang Berpendapat Berbeda Soal Virus Corona

ternate.tribunnews.com

Warnabiru.com - Virus Corona tercatat pertamakali dikonfirmasi di Cina. Virus berbahaya ini secara efektif menyerang sistem pernafasan kemudian menyerang paru - paru sehingga membawa penderitanya kepada kematian.

Tidak heran saat ini digalakan menggunakan masker dengan tujuan virus tersebut tidak menyebar dari udara ke mulut dan hidung. Facefield juga sangat disarankan karena cukup efektif menangkal penyebaran virus ini.

Data terbaru tentang penderita Virus Corona di dunia adalah 14.507.491 orang dan yang meninggal sejumplah 606.173. Indonesia sendiri mendapatkan peringkat 25 se dunia atas penyebaran Virus Corona ini. Jumlah terbaru adalah 86.521 kasus dengan korban meninggal dunia mencapai 4.143 korban. Dimana rata - rata tercatat 1.546 kasus terjadi setiap harinya.

Hal buruk ini terjadi tidak lain karena banyak masyarakat Indonesia yang belum mematuhi protokol kesehatan. Tidak heran dengan banyaknya kematian akibat Virus Corona ini banyak pihak menganggap bahwa Virus Corona adalah konspirasi semata. Seperti Jerinx dari Band Superman is Dead dan para pesohor lainnya.

BACA JUGA: Digitalisasi Pendidikan Tinggi akibat Pandemi COVID-19

1. Jerinx Superman is Dead

Seniman asal bali sekaligus personil Band Superman is Dead Jerinx menganggap bahwa Virus Corona adalah konspirasi. Lelaki yang mempunyai nama asli I Gede Ari Astina itu percata bahwa Virus Corona adalah rekayasa kaum elit global. Diantara pihak yang dituduh sebagai elit global itu adalah pemilik microsoft Bill Gates.

Alasan mengapa dia menganggap Virus Corona adalah konspirasi karena banyak faktor kebetulan disana. Seperti munculnya serial tentang pandemi yang dibuat Bill & Melinda Gates Foundation. Dimana penayangan serial itu bersamaan dengan pandemi Virus Corona ini. Selain itu dari keterangan rekan - rekan Jerinx yang tinggal di California, Australia dan Itali. Menyatakan bahwa rumah sakit di luar negeri kosong. Dapat dikatakan kehidupan disana normal.

Hal ini dianggap berkebalikan dengan laporan Reuters dan media internasional yang menyatakan bahwa rumah sakit di Eropa maupun Amerika Serikat dipenuhi dengan tenaga medis. Menurutnya media asing tidak selalu benar melaporkan tentang kebenaran sebuah berita. Mengenai banyaknya tenaga medis yang meninggal dunia oleh Jerinx bukan dianggap karena Covid-19. Namun disebabkan faktor - faktor lain diantaranya penyakit bawaan dan usia. Sebagi bukti Jerinx mengaku berani disuntik Virus Corona. Namun dengan syarat jika dia selamat seluruh pihak yang menyuarakan lockdown harus mau ke kantor polisi karena menyampaikan solusi salah dan merugikan seluruh warga Indonesia.

2.Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah

Senada dengan Jerinx, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah beranggapan Virus Corona adalah konspirasi. Menurutnya konspirasi tersebut didalangi oleh milyuner dunia Bill Gates. Penjelasan tersebut dijelaskan olehnya dalam akun Youtobe Deddy Corbuzier saat berada di Rumah Sakit Pusat Angkatan Gatot Soebroto.

Berawal dari pengamatannya saat Bill Gates menjadi pembicara dalam forum ekonomi dunia di Davos Swiis. Dia mengatakan bahwa Bill Gates mengatakan akan ada pandemi. Bahkan lebih jauh Bill Gates menjelaskan bahwaa dia sudah mempersiapkan vaksin tersebut. Padahal diketahui Bill Gates adalah ahli komputer bukan dokter. Padahal untuk analisa pandemi dibutuhkan dana miliaran yang jumplahnya sangat banyak.

BACA JUGA: Klaster Penyebaran Covid-19 di Indonesia Makin Menghawatirkan

Nama Siti Fadilah mencuat setelah membuat buku yang berisi bahwa Amerika Serikat dan WHO membuat konspirasi mengembangkan senjata biologis dengan menggunakan virus flu burung. Tidak heran buku - bukunya tersebut mendapatkan protes dari para petinggi Amerika dan WHO.

3.Menolak memakai masker dan tewas karena Virus Corona

Richard Rose adalah mantan marinir Amerika Serikat yang tinggal di Ohio. Dia bertugas di Irak dan di Afghanitan. Di media sosial dia menyatakan bahwa dia tidak akan memakai masker dan tidak mau ikut trend menggunakan masker itu.

Namun beberapa bulan kemudian dia merasa sakit dan positif terinfeksi Covid-19. Akhirnya secara resmi dikarantina selama 14 hari. Sangking bosanynya dalam karantina dia mengatakan bila melihat dia di surga jangan iri. Pada akhirnya dia mengakui agar virus yang menghinggapinya dapat menjadi pelajaran bagi orang lain. Agar lebih berhati - hati dalam menjaga kesehatan agar tidak terpapar Virus Corona ini. Sayangnya setelah dikarantina nyawanya tidak tertolong setelah terpapar Covid-19.

.

Komentar