Penyebab
Cynthia mengatakan, rambut rontok bisa disebabkan karena keramas terlalu sering, tiga kali dalam sehari misalnya. Menyebabkan kulit kepala menjadi kering disebabkan minyak alami pada rambut berkurang.
“Saya rasa pemilihan shampo juga penting. Harian bisa memakai yang tipe mild, penting juga untuk memakai kondisioner,” ujarnya.
Selain itu, proses pengeringan rambut juga bisa jadi penyebab. Ketika rambut dikeringkan dengan hair dryer atau sering dicatok, dianggap lebih rentan rontok karena jadi kering dan rapuh.
Baca Juga: Burung Bisa Melihat Warna, Begini Pengaruhnya
Rontok bisa juga karena seseorang menjadi penyintas penyakit infeksi, seperti demam berdarah atau COVID-19.
“Dan, itu wajar, rontok setelah terinfeksi, istilahnya telogen affluvium,” tandasnya.
Namun, rontoknya tidak serta merta langsung, melainkan baru disadari selang beberapa pekan setelah pasien mengalami demam.
Penyebab rontok lainnya karena stres, seperti dialami ibu hamil, perubahan hormon setelah melahirkan, juga dapat merangsang telogen affluvium sehingga rambut menjadi rontok.
Sebab selanjutnya, penyakit autoimun, kondisi demikian disebut Alopecia areata. Bercirikan, pitak di berbagai tempat, kerap menimpa anak-anak dan 80 persen penderitanya akan sembuh dengan sendirinya.
Baca Juga: Tiktok Mulai Dilirik Sebagai Platform Berkarir Dalam Musik
[quads id=8]
Pencegahan
Terakhir, cara mencegah rambut rontok, pakai sampo dan kondisioner untuk menjaga kesehatan batang rambut.
Cynthia menyarankan untuk memakai produk terpisah, bukan produk 2-in-1. Disebutkan ketika kita keramaa, sampho tak hanya membersihkan rambut, namun juga kulit kepala. Sementara kondisioner hanya dipakai di rambut, bukan kulit kepala.
“Tidak kalah pentingnya, konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang bisa meningkatkan jumlah keratin dalam tubuh, zinc juga vitamin D. Sayuran hijau seperti bayam bisa jadi pilihan,” pungkasnya.
[quads id=8]
