Polisi Amankan Ayah Bengis yang Viral Karena Siksa Anaknya di Jakarta Timur

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com – Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian menjelaskan telah menangkap dan memproses seorang ayah berinsial AM (40) yang tega menganiaya anaknya dengan bengis di Duren Sawit, Jakarta Timur. Penangkapan itu berdasar pada video viral yang beredar pada tanggal 22 Juli kemarin.

Dalam video itu terlihat warga menghampiri kontrakan pelaku dan merekam aksi pelaku.

Selain merekam warga juga menunjukkan wajah pelaku yang menganiaya anak perempuannya. Terdengar di video itu suara tangis anak perempuan. Saat diancam akan dilaporkan polisi pelaku mengaku tidak takut.

Kombes Arie Ardian pada 23 Juli di Polres Jaktim yang terletak di Jalan Matraman Raya, Jaktim bahwa korban tinggal bersama pelaku dan ibu tirinya.

Pada sore tanggal 22 Juli korban diminta oleh ibu tiri untuk menjemur pakaian. Karena jemuran penuh ibu tiri itu menyuruh korban menjemur menggunakan hanger. Namun korban tidak paham sehingga dimarahi oleh ibu tiri korban.

Tidak membela anak kandungnya namun pelaku malah memukuli anak perempuannya.

Korban dijambak dan diseret sejauh 7 meter. Tidak hanya itu wajah korban juga dipukuli menggunakan sandal dan tangan kosong. Kejadian itu sempat direkam warga sehingga viral di media sosial.

Kasus penganiayaan pelaku AM kepada anaknya di Duren Sawit, Jakarta Timur. Mengingatkan kepada kisah Arie Hanggara yang terjadi pada 8 November 1984. Sama seperti kasus di Duren Sawit Arie Hanggara juga tinggal bersama ibu tiri dan ayah kandungnya.

Ayah Arie Hanggara adalah seorang penganggur dan ibu tirinya pekerja kantoran. Tidak jarang karena kesal kedua orang tua Arie Hanggara sering menyiksanya.

Dia dipukul, ditendang, ditampar, disuruh jongkok atau berdiri hingga kelelahan, kepala dibenturkan di tembok hingga dikurung dalam kamar mandi.

BACA JUGA:  Dari Rekontruksi Ulang Terungkap Fakta -  Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sukorharjo

Alasan penyiksaan itu karena Arie Hanggara dituduh mencuri uang. Hari naas terjadi pada tanggal 8 November 1984. Anak malang itu disiksa dari siang hingga malam hari ditambah dengan disuruh menghadap tembok. Kemudian kepalanya dibenturkan tembok dan tidak boleh makan dan minum.

Akhirnya bocah berusia tujuh tahun itu roboh tidak berdaya. Arie Hanggara sempat dibawa ke rumah sakit namun diperjalanan anak malang itu meninggal dunia.

Jenasah Aire Hanggara dipenuhi dengan luka di punggung, pinggang, pantat, dada, tengkuk dan lengan. Di makam Arie Hanggara terdapat tulisan “Maafkan Papa ” dan “Maafkan Papa”.

Penyesalan orang tua Arie Hanggara terlambat.

Karena perbuatan terkutuknya Machtino Addiwan divonis penjara 5 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sedangkan istrinya Santi dihukum 2 tahun penjara.

Begitu hebohnya pemberitaan tentang penganiayaan Arie Hanggara membuat insan perfilman Indonesia mengangkatkan dalam sebuah film berjudul “Arie Hanggara” yang rilis tahun 1985

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer