Pengakuan Pelecehan Seksual di Yogya Berkedok Penelitian Swinger

/wolipop.detik.com

Warnabiru.com - Belum selesai berita viralnya fetish kain jarik. Kini publik dihebohkan dengan video pengakuan seseorang bernama Bambang Ariyanto di Yogya. Dalam sebuah video yang diunggah di Facebook dengan nama akun Bambs Utara menjelaskan.

Bahwa demi memenuhi fantasi seksualnya tentang swinger atau berhubungan seks bertukar pasangan. Dia melakukan pelecehan seksual terhadap orang lain dengan modus penelitian tentang swinger. beberapa potongan pengakuan dalam video itu antara lain.

"Saya Bambang Ariyanto ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata,"

BACA JUGA: Modus Penelitian Aksi Fetish Kain Jarik Terkuak

Selain itu dia juga mencatut nama besar dua lembaga besar di Indonesia yakni UGM dan NU dengan bunyi sebagai berikut.

"Secara khusus saya meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur maupun yang lain yang pernah menjadi korban pelecehan saya baik secara fisik, tulisan maupun verbal sehingga menimbulkan trauma,"

"Saya juga minta maaf kepada NU dan UGM karena selama ini menyalahgunakan nama NU dan UGM dalam mencari target," lanjut Bambang.

Video yang tersebar luas pada Senin 3 Agustus 2020 itu menuai respon dari beberapa pihak, diantaranya yakni Universitas Gajah Mada (UGM). Kepala Bagian Humas UGM, Iva Ariani membenarkan bahwa Bambang Ariyanto alumni UGM. "Iya, beliau tercatat di data alumni," kata Iva dalam keterangannya pada Senin 3 Agustus 2020.

BACA JUGA: Pelaku Pedofil di Cilacap Dengan 30 Korban Melakukan Rekontruksi 

Pihak UGM sendiri akan mengambil tindakan tegas terhadap bentuk pelecehan seksual apabila berhubungan dengan sivitas UGM. "Jika memang berhubungan dengan sivitas UGM, akan diambil tegas," ujar Iva.

"UGM mengecam segala bentuk tindak pelecehan dan kekerasan seksual apapun bentuknya dan menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut," tegas Iva