MRT Jakarta Percepat Proyek Pembangunan di Tiga Titik

Sedang Populer

Warnabiru.com – Sebagai ibu kota yang terkenal di seluruh dunia karena masalah lalu lintasnya, Jakarta telah berupaya mengalihkan perkembangannya ke model mobilitas perkotaan yang lebih efesien.

Setelah menerapkan kebijakan pelat nomor ganjil untuk mencegah kemacetan dan memperluas trotoar yang tidak memadai untuk meningkatkan pejalan kaki, pihak berwenang fokus pada peningkatan hubungan transit kota.

Perusahaan transportasi massal milik kota MRT Jakarta, yang ditunjuk sebagai operator pengembangan berorientasi transit kota (TOD), diharapkan untuk memulai proyek revitalisasi di sejumlah pusat transit setelah penerbitan pedoman pembangunan kota yang telah lama ditunggu-tunggu.

Tiga zona yang ditunjuk TOD di Jakarta Selatan diharapkan segera memulai pengembangan: stasiun MRT Blok M-ASEAN, Lebak Bulus dan Fatmawati. Ketiga titik ini termasuk dalam lima proyek TOD di sepanjang jalur MRT pertama kota, yang juga termasuk stasiun Dukuh Atas dan Istora Senayan di Jakarta Pusat.

“Pengembangan tiga proyek TOD akan dilakukan dalam waktu dekat,” kata juru bicara MRT Jakarta M. Kamaluddin pada hari Jumat (10/7).

TOD telah lama berada di jalur MRT Jakarta tetapi pedoman pembangunan perkotaan yang baru-baru ini ditandatangani dikeluarkan oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan akhirnya memberikannya dasar hukum.

BACA JUGA: Alasan Mengapa Banyak Orang Enggan Lakukan Rapid Test

Untuk memastikan proyek berjalan dengan lancar, perusahaan berencana untuk mendirikan anak perusahaan yang berdedikasi, PT Integrasi Transit Jakarta. Entitas baru tersebut akan dimiliki 90 persen oleh MRT Jakarta, sedangkan 10 persen lainnya dimiliki Transjakarta, perusahaan transportasi milik kota lain.

“Anak perusahaan ini akan menjadi tangan kanan MRT Jakarta ketika melakukan kegiatan koordinasi dan pengembangan,” kata direktur utama MRT Jakarta William Sabandar dalam briefing media baru-baru ini.

BACA JUGA:  Jadi Korban Penjambretan, Kalung Berlian Barbie Kumalasari Senilai Rp 400 Juta Melayang

Satu gugus tugas khusus juga telah dibentuk untuk mempersiapkan semua prosedur yang diperlukan untuk mempercepat proyek, tambahnya.

Proyek TOD akan menambah pengembangan multi guna, memperluas trotoar dan ruang publik, memasang fasilitas berbagi sepeda dan menanam pohon untuk lahan terbuka hijau.

“Ruang untuk tempat parkir juga akan berkurang. Dengan TOD, kami berharap jumlah pengguna kendaraan pribadi akan turun,” kata William.

Jumlah perjalanan harian masuk dan keluar dari Jabodetabek hampir dua kali lipat dari 47,5 juta pada 2015 menjadi 88 juta pada 2018, menurut data dari Dinas Perhubungan Jakarta.

Dari 3,2 juta penumpang setiap hari di Jabodetabek, sekitar 72 persen masih menggunakan kendaraan pribadi. Jalur MRT Jakarta diharapkan untuk membujuk pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi umum.

Sebelum COVID-19, perusahaan mencatat rata-rata 100.000 penumpang per hari, meningkat dari hampir 80.000 selama bulan pertama operasi. Jalur MRT diluncurkan pada 24 Maret tahun lalu.

Pengembangan di masing-masing dari tiga lokasi TOD, yang meliputi area total 113 hektar, akan menggunakan konsep pembaruan perkotaan yang berbeda untuk menjelaskan karakteristik yang berbeda.

“Konsep TOD untuk Fatmawati akan menjadi salah satu ruang vertikal yang dinamis. Stasiun Blok M-ASEAN akan menjadi ‘pusat kreatif hijau’ karena kami ingin mengubah daerah itu kembali menjadi sabuk hijau. Kami juga ingin menjadikan Lebak Bulus sebagai ujung, gerbang ke selatan Jakarta,” jelas William.

BACA JUGA: Harga Rapid Test Tak Tentu, Ombudsman: Jadi Komoditas Komersil

Proyek, yang hanya dibatasi oleh anggaran pembangunan infrastruktur terbatas, kemungkinan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya. Akibatnya, perusahaan akan mengejar skema business-to-business (B2B) sebagai opsi pendanaan utama.

“Hasilnya mungkin akan terlihat dalam 10 atau 20 tahun,” katanya.

BACA JUGA:  Ingatkan Bahaya Laten TBC, Kemenkes: Terlihat Normal Saat Imun Bagus

TOD bukanlah hal baru di Indonesia, karena lembaga negara lainnya memiliki proyek yang sedang berjalan di seluruh pusat kota.

Operator kereta api milik negara PT KAI memiliki kemitraan dengan pembangun negara PT Perumnas untuk mengembangkan zona TOD di dekat empat stasiun jalur komuter, yaitu Stasiun Tanjung Barat di Jakarta Selatan, Stasiun Pondok Cina di Depok, Stasiun Rawabuntu di Tangerang Selatan dan Stasiun Bogor di Bogor.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer