Fakta Baru Kasus Pemutilasi di Kalibata, Pelaku Tidur Bersama Mayat Korban dan Pernah Diusir Dari Rumah

Indozone.id

Warnabiru.com - Terdapat fakta baru kasus mutilasi yang mayatnya ditemukan di Lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu, 16 September 2020.

Ternyata pasca melakukan aksi sadisnya kepada korban bernama Rinaldi Harley Wimanu (32) para pelaku yang bernama Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadi Al Fajri (26) tidur bersama potongan tubuh korban selama 1 malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya. "Setelah kita rekontruksi tanggal 9 (September) dieksekusi, ditinggalkan dulu 3 hari disitu. Dia perpanjang lagi di penginapan di Pasar Baru. Sampai eksekusi tanggal 12, 12 itu cuma badannya di tengah dan tangan masukin ke koper langsung diantar ke Kalibata," Jelas Kombes Yusri Yunus pada Minggu, 20 September 2020.

Pada 13 September 2020 kemudian dua sejoli itu kembali ke Apartemen tempat mereka melakukan pembunuhan. Rencananya akan mengambil bagian tubuh korban yang sudah dimutilasi, namun karena kelelahan keduanya malah tertidur bersama potongan tubuh korban.

"Besok, tanggal 13 baru yang atas lagi, bahkan sempat menginap di situ satu malam bersama - sama dengan jenasahnya alasannya kecapean, ketiduran, Kan udah waktu rekontruksi," jelas Kombes Yusri Yunus.

Kedua tersangka juga pernah diusir dari rumahnya karena pulang ke rumah neneknya yang berada di RT02, RW 01, Kebagusan Kecil, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Karena saat Djumadi Al Fajri pulang ke rumah kakeknya itu menginapkan kekasihnya Laeli Atik Supriyatin.

Hal tersebut menimbulkan pergunjingan diantara warga karena warga tahu bahwa Laeli Atik Supriyatin bukanlah pasangan resmi Djumadi Al Fajri.

"Dua bulan terakhir itu ada itu, ada dengan perempuan yang itu, dia dibawa ke situ, ke rumah kakeknya. Kan sempat kasak - kusuk di lingkungan, Fajri kok itu bukan bininya. Karena kan itu ceweknya, itu bukan istrinya. Tetangga kan tahunya Bunga (istri resmi tersangka). Jadilah laporan ke saya," jelas Ketua RT setempat bernama Amrullah saat dikonfirmasi pada Jumat, 18 September 2020.

Atas laporan tetangga itulah pihak warga setempat meminta agar Laeli Atik Supriyatin dan Djumadi Al Fajri mengikat hubungan mereka baik secara agama maupun negara.

"Untuk sekarang silahkan tinggalkan kampung saya. Kita bukannya ngusir ya, saya bilang gitu. Nanti kalau sudah menikah secara agamalah, ada surat, tanda tangan, sertifikatnya saya cek ya, monggo silahkan dibawa pulang," jelas Amrullah

Seperti diberitakan sebelumnya pihak Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus mutilasi yang mayatnya diletakkan di Lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu, 16 September 2020.

Korban bernama Rinaldi Harley Wimanu (32) dibunuh oleh dua pasangan kekasih bernama Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadi Al Fajri (26). Kasus ini berawal saat perkenalan Atik Supriyatin dengan Rinaldi Harley Wimanu lewat aplikasi Tinder.

Kemudian Rinaldi Harley Wimanu dan Laeli Atik Supriyatin bertemu di sebuah apartemen di wilayah kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Sebelum mereka masuk ke apartemen itu Djumadi Al Fajri sudah bersembunyi dikamar mandi.

Ketika  Rinaldi Harley Wimanu dan Laeli Atik Supriyatin berhubungan intim tiba - tiba Djumadi Al Fajri memukul Rinaldi Harley Wimanu dari belakang menggunakan batu bata hingga dia tidak berdaya.

Saat tidak berdaya itu Djumadi Al Fajri menusuk Rinaldi Harley Wimanu sebanyak delapan kali karena tidak memberikan PIN handpone miliknya. Setelah menderita delapan tusukan kemudian korban meninggal dunia.

Setelah menguasai paswod handpone milik korban inilah tersangka dapat menguasai finansial korban. Karena didalamnya terdapat catatan penting tentang finansial korban.

 

Setelah berhasil menguras isi ATM korban kemudian pelaku membelanjakannya dengan membeli 11 emas batangan antam seberat 26 gram, motor Yamaha N-Max, dua laptop Asus abu - abu, 2 cincin Emas Bulgari, satu Emas Carties, dan satu Ipod. Kemudian tersangka memutilasi korban selama dua hari. Hingga akhirnya terbongkar oleh pihak kepolisian.