Palestina Dihapus Dari Peta dan Bukti Kuatnya Israel

www.kompas.com

Warnabiru.com - Warganet Indonesia mengecam Google dan Apple karena kedua aplikasi itu menghapus Palestina dari aplikasi tersebut. Banyak pihak menilai bahwa Google dan Apple mendukung Israel yang yang kini menduduki Palestina.

Faktanya, banyak pengguna Google Maps menemukan kejanggalan saat melakukan pencarian di aplikasi Google Maps. Mereka melaporkan sedang mengetik palestina namun yang muncul malah Israel.

Jika ditelusuri di aplikasi Google Maps terlihat wilayah Israel ditandai dalam peta namun tidak ada nama Palestina padahal palestina telah diakui sebagai negara yang berdaulat.

Dunia Internasional mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Ada sebanyak 137 negara termasuk Indonesia mengakui Palestina sebagai negara.

Israel memang bukanlah negara sembarangan. Negara yang resmi berdiri pada tahun 1948 ini sudah lama menduduki wilayah Palestina secara sepihak.

Mereka menduduki Palestina dan membagi wilayah tersebut menjadi dua bagian. Setengah diklaim sebagai tanah Israel dan sisanya milik Palestina.

Pendudukan Israel atas Palestina itu membuat beberapa negara ditimur tengah marah dan sempat memicu sebuah peperangan yanh disebut perang enam hari.

Dalam perang tersebut, terdapat gabungan dari lima negara yaitu Mesir, Suriah, Yordania, Irak dan Lebanon yang membentuk aliansi untuk melawan Israel. Perang yang terjadi pada tanggal 5 hingga 10 Juni 1967 itu berakhir dengan kemenangan Israel.

Perang brutal selama enam hari itu mengakibatkan ratusan tank dan 452 pesawat tempur milik negara - negara Arab hancur. Sedangkan di pihak Israel hanya mengalami kehancuran 400 tank dan 46 pesawat tempur.

Banyak pihak menilai Israel menang karena memiliki tentara dan strategi yang jauh lebih baik dibanding tentara lawannya. Jet tempur Israel dilaporkan melakukan serangan awal mendadak di markas angkatan udara Mesir. Akibatnya serangan tersebut separuh dari pesawat tempur Mesir hancur.

Dengan keunggulan kekuatan udara itulah Israel menguasai semenanjung Sinai yang merupakan tempat strategis untuk pertahanan.

Israel juga dilaporkan memiliki mata-mata dalam militer Suriah yang diketahui bernama Eli Cohen. Dengan sukses dia masuk ke dalam tubuh militer Suriah bahkan nyaris diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan.

Saat terjadi Perang Enam Hari dia memberi saran militer Suriah agar menanami bunker militer Suriah dengan pohon Eucalyptus. untuk berkamuflase secara alami serta tempat berlindung tentara.

Jet tempur Israel yang sudah diberi tahu Eli Cohen segera membom bardir bunker militer Suriah.

Selain itu Eli Cohen juga dilaporkan telah mengirimkan data pribadi pilot Suriah ke Israel.

Saat pesawat jet Suriah akan menyerang  wilayah Israel. Pihak Israel menyebutkan identitas nama dan keluarga dari pilot Suriah itu lewat gelombang radio disertai ancaman akan membunuh anggota keluarga mereka. Karena ketakutan mereka akhirnya memilih untu membuang senjata mereka ke laut.

Curiga dengan bocornya data pilot mereka, Suriah akhirnya menyewa agen dari Uni Soviet untuk menyadap informasi yang dikirimkan ke Israel. Dari hasil tersebut Eli Cohen dilaporkan sebagai pelaku pembocoran data.

Dia ditangkap oleh militer Suriah kemudian dieksekusi gantung di muka umum. Setelah mati tubuhnya diberi pamflet yang menunjukkan bahwa dia adalah seoramg pengkhinat. Sebaliknya pihak Israel kini menjadikan Eli Cohen sebagai pahlawan nasional.

 

 

Komentar