Buronan Interpol yang Membuat Film Porno di Bali Ditangkap

news.detik.com

Warnabiru.com Dalam konferensi pers yang dilakukan Kapolda Bali, Irjend Polisi Petrus Reinhard Golose, di Markas Polda Bali pada Jumat 24 Juli 2020. Dijelaskan bahwa kepolisian telah menangkap Marcus Beam (50), seorang buronan interpol atas tuduhan penipuan investasi sebesar USD 500 ribu.

Penipuan tersebut dilakukan dengan modus tersangka mengaku sebagai manajer investasi, namun menggunakan uang investasi sebesar Rp 7 Triliun untuk kepentingan pribadi.

Dalam penjelasannya, Irjen Polisi Petrus Golose mengatakan bahwa WNA tersebut diringkus di sebuah villa di Kabupaten Badung, Bali.

Dari penangkapan yang terjadi Kamis, 23 Juli 2020 terkuak fakta bahwa Marcus Beam membuat film porno untuk bertahan hidup selama di Bali dengan cara menjual video porno buatannya di internet.

Saat penggeledahan ditemukan beberapa bukti mulai dari alat bantu seks serta beberapa film porno yang dia buat dengan setting Pulau Bali. Saat dihadirkan dalam jumpa pres terlihat tersangka terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, face shield, baju tahanan orange dan jaket hoodie berwarna abu - abu.

Kasus penangkapan WNA yang terkait dengan aktifitas kegiatan asusila ini tidak hanya terjadi sekali saja. Sejak awal tahun 2020 sudah terjadi dua kasus serupa.

Pada tanggal 15 Juni 2020 polisi menangkap WNA bernama Russ Albert Medlin. Berawal saat pelaku dibantu seorang WNI berinisial A untuk mencarikan perempuan di bawah umur untuk dijadikan pelampiasan seksual. Kemudian A membawakan tersangka tiga korban dengan inisial SS, LF dan TR yang masih dibawah umur. Mereka diiming - imingi uang sebesar Rp 2 juta.

Setelah selesai kencan kemudian ketiga korban segera diamankan oleh kepolisian. Saat diinterogasi ketiga korban mengakui baru saja disetubuhi oleh tersangka, dengan dasar itulah polisi menangkap tersangka.

Dari penangkapan polisi mengamankan barang bukti berupa paspor, laptop, telepon gengam dan uang tunai sebesar USD 20 ribu. Ternyata tersangka adalah buronan FBI atas dasar penipuan investasi sebesar Rp 10,8 triliun.

Tersangka juga resedivis kasus pelecehan seksual yang dipenjara sebanyak dua kali di Amerika Serikat karena kasus pelecehan seksual tahun 2006 dan tahun 2008.
Atas perbuatan bejatnya melakukan hubungan intim dengan anak dibawah umur. Tersangka dijerat Pasal 76 junto Pasal 81 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 15 tahun.

foto by: liputan6.com

Kasus berikutnya adalah penangkapan WNA Prancis atas nama Francois Abello Camille. Dia ditangkap pada awal Juli 2020 di sebuah hotel kawasan Jakarta.

Saat digeledah Polisi menemukan barang bukti mengerikan yakni laptop yang berisi video porno tersangka dengan 305 anak dibawah umur. Perbuatan bejat itu dilakukan di hotel dengan cara memasang berbagai kamera di sudut ruangan hotel.

Modus yang digunakan pelaku adalah membujuk anak di bawah umur yang ditemukan di jalan. Mereka dibujuk untuk menjadi foto model kemudian dibawa ke hotel untuk disetubuhi. Setelah melaksanakan aksinya korban diberi uang dengan nominal Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta.

Atas aksinya yang dilakukan dari Desember 2019 ini tersangka dijerat Undang - Undang no 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman mati dan kebiri kimia. Namun belum sempat dibawa ke meja hijau tersangka bunuh diri di tahanan dengan cara gantung diri menggunakan kabel. Meski sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati nyawanya tetap tidak tertolong.