Biar Tidak Zonk, Simak 7 Cara Kenali Investasi Bodong

Sedang Populer

Warnabiru.com - Investasi bodong, sebuah ketidakberuntungan, di saat ingin mencari untung, karena bodong jadinya zonk.

Sekedar ilustrasi, contoh skala ibu ibu rumah  tangga saja, nilainya tidak besar seperti yang lagi ramai belakangan ini.

Katakanlah Si A menawarkan bagi hasil kepada Si B, dengan menyetor uang 1 juta rupiah saja untuk usaha cabe rawit milik anaknya, dikatakan lagi ramai ramainya.

Karena usahanya di pasar, jadi keuntungan yang akan diberikan 100 ribu rupiah per hari. Jika insting kita peka, bukan karena sakti, tapi karena pernah dikadalin juga.

Ketika dicurhati masalah demikian, tentu ada 2 poin yang bisa digaris bawahi. Pertama, usaha milik anaknya, dan kebetulan lokasinya tidak satu kota.

Artinya kita tidak tahu benar tentang usaha tersebut, ramai atau tidak dan di pasar mana tempatnya.

Kedua, keuntungan 100 ribu perhari yang dibagikan, bayangkan, seramai ramainya pasar, bisa memastikan keuntungan 100 ribu, jelas bukan perkara mudah.

Pasti ada yang nggerundel dalam hati, ya bisa saja dong, kalau beneran ramai dapat 100 ribu sehari.

Ya memang kalau semuanya jelas, lupa, ada poin 3 yang belum disebutkan yakni Si A menyuruh Si B tidak memberitahu ibu ibu lainnya tentang tawaran bagi hasil tersebut dengan alasan takut banyak yang ikut dan bla bla bla dengan bejibun alasan sejenis.

Kalau sudah begitu, meniru ucapan podcast Dedy Corbuzier, segera saja Close The Door !!! untuk orang yang coba ngibul seperti itu.

Jadi sebenarnya banyak bungkus investasi bodong dalam kehidupan sehari-hari. Kasus Si A dan Si B, sebenarnya kalau boleh menebak, si A hanya coba meminjam duit kepada si B namun sungkan untuk berkata sebenarnya.

Andai tidak bisa memberikan keuntungan bagi hasil, pasti alasanya kebetulan pasar lagi sepi (tiba-tiba) dan sebagainya.

BACA JUGA:  Terapkan 5 Strategi Pemasaran Online Agar Brand Dikenal Luas

Nah, beda dengan laman bisnismuda, ini yang asli dengan menuliskan 6 ciri-ciri investasi bodong yang bisa dikenali sehingga kita tetap waspada saat hendak menanamkan uang untuk sebuah keuntungan, langsung saja yang pertama:

1. Menawarkan Untung Sangat Tinggi

Ciri pertama, menawarkan keuntungan atau return sangat tinggi. Memang dalam berinvestasi kita cari untung, tapi semua itu harus berdasar dan logis.

Pada umumnya, keuntungan dalam investasi jangka panjang sekitar 15-20 persen, jika ada jenis investasi yang menawarkan return lebih dari angka tersebut patut untuk kita curigai, terlebih lagi kalau jangka waktunya sangat singkat.

Untuk membedakan ciri-ciri investasi yang baik dengan investasi bodong, perlu juga membandingkan return atau keuntungan yang ditawarkan dengan suku bunga bank atau deposito.

Jika keuntungan investasi jauh lebih dari bunga serta deposito, maka penawaran tersebut bisa jadi investasi bodong.

2. Keuntungan Dalam Waktu Singkat

Ciri kedua iming iming keuntungan dalam waktu singkat, dalam hitungan bulan bahkan tidak sampai setahun.

Padahal prisip dasar investasi sendiri, semakin pendek jangka waktunya semakin kecil juga resikonya, maka kemungkinan keuntungan yang didapat juga sedikit.

Sebaliknya, semakin panjang waktu investasi makin besar pula resikonya, namun kemungkinan untung juga semakin besar.

3. Cara Penjualan Tidak Resmi

Investasi legal ketika akan melakukan penjualan, baik berupa saham, reksadana, emas, sukuk, dan lain sebagainya secara resmi.

Biasanya mereka menjualnya melalui website atau dengan cara jualan resmi lainnya. Saat penipu menawarkan investasi zonk, kebanyakan tidak punya produk jualan investasi yang jelas, cara pemasarannya pun juga terlihat abal-abal, tidak resmi.

4. Izin Bermasalah

Izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jadi syarat mutlak untuk investasi legal. Untuk itu, sebelumnya pastikan dulu apakah sudah mengantongi izin OJK atau belum, jika belum maka jangan buang waktu, palingkan muka, balik kanan, segera cari opsi investasi legal lainnya.

BACA JUGA:  Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri Telah Dibuka

5. Ikut Mencarikan Investor Lain.

Donwline, di saat sobat warnabiru berinvestasi lantas dituntut untuk mencari calon investor lain, jelas ini jebakan batman.

Karena investasi itu sifatnya kesadaran dan memiliki profil resiko yang berbeda-beda bagi tiap orang.

6. Pengelolaan Sumber Dana Tidak Transparan.

Investasi sehat dikelola oleh manajer investasi yang terpecaya dengan pengelolaan dana yang jelas dan transparan.

Sebaliknya, investasi bodong, pengelolaan sumber dana pasti akan tertutup dan tidak jelas, bahkan saat ditanyakan jawabannya tidak konkrit alias mbulet bin ruwet.

7. Keuntungan Macet

Terakhir, saat yang dinanti tiba namun apa daya bagi keuntungan macet. Polanya memang seperti itu, return lebih tinggi akan diterima dengan harapan calon investor akan menambah dana investasinya.

Namun begitu investor lupa daratan hingga  menambah dana untuk melipatgandakan keuntungan, berubah jadi mimpi buruk, momen bagi untung seharusnya full senyum berubah jadi mendung kelabu.

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Sedang Populer