[quads id=8]
Stress Dibagi Dua Jenis
Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Program Studi Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama, Elmy Bonafita Zahro, menyatakan hal serupa.
Stres bisa mendatangkan pengaruh pada pola makan seseorang. Akan lebih baik, ketika perasaan berkecamuk seperti itu datang harus segera ditangani.
Peran orang terdekat, mulai keluarga, teman, sahabat dibutuhkan saat hal tersebut terjadi dan, kata kuncinya keterbukaan.
[quads id=8]
Sehingga sedikit saja ada perasaan tidak enak bisa segera diserap lingkungan sekitar sehingga yang ada cuma bad mood bukan stress atau depresi yang sifat dan dampaknya bisa berkepanjangan.
Jika tidak segera ditangani, Elmy Bonafita berujar stres dapat menurunkan imunitas sehingga tubuh rentan terserang penyakit.
Dijelaskan pula, stres terbagi menjadi dua jenis yakni eustress dan distress.
Eustress, stres dengan dampak positif membuat seseorang terpacu untuk bekerja lebih keras sebagai pengalihan sekaligus mengurangi ketegangan akibat stres.
Sedangkan distress adalah stres yang berdampak negatif karena menghambat produktivitas.
“Untuk yang distress, biasanya diikuti gangguan kecemasan dan depresi. Gejalanya dapat dirasakan oleh tubuh kita. Jadi insomnia atau hipersomnia misalnyamisalnya. Plus tidak nafsu makan, atau malah makan berlebih. Yang jelas dan pasti, stres dapat membuat imunitas tubuh turun sehingga berpotensi lebih mudah terserang penyakit karena badan tidak fit,” pungkas Elmy.
Baca Juga: Begini Tanggapan Profesor Quraish Shihab Tentang Trend Spirit Doll
[quads id=8]
