[quads id=8]
Bedanya pada digital ada tombol pengaturan untuk low cook (masak lambat), fast cook (masak cepat), steam tray (mangkok kukus), dan preset (mengatur waktu masak).
Sedangkan, untuk yang tipe analog, hanya punya dua cetekan, tombol cook (masak) dan warm (menghangatkan).
Selain itu, rice cooker digital ada pengaturan waktu, bisa dipercepat atau sebaliknya sesuka kebutuhan.
Kondisi lapar tapi nasi habis, fitur model digital bisa menentukan waktu matangnya, 11 menit misalnya. Analog tidak punya penyetelan seperti itu.
[quads id=8]
Terakhir, inner pot rice atau kita biasa menyebutnya panci yang ada di bagian dalam, bahannya berbeda beda.
Ada yang dari teflon, material ini paling banyak digunakan di pasaran karena tahan terhadap karat, mudah dibersihkan serta mengantarkan panas dengan baik. Kekurangannya, kemungkinan lapisannya bisa mengelupas, nasi akan lengket dan lebih lama menghantarkan panas.
Stainless steel, memang, bahan satu ini tidak akan mengelupas seperti teflon. Namun, seperti kita tahu stainless bukan pengantar panas yang baik dan tidak tahan terhadap air garam. Jika terkena terus menerus dapat menimbulkan berlubang karena korosi.
Keramik, bahan ini mudah dibersihkan dan bebas dari material logam berat sehingga aman digunakan untuk memasak nasi. Namun, harga panci berbahan keramik relatif lebih mahal dan mudah rusak daripada jenis material lainnya.
Dan, terakhir, sobat warnabiru bisa menanyakan garansi rice cooker yang akan kita beli tadi. Karena garansi bentuk jaminan kepada pelanggan. Umumnya, semakin lama garansi yang ditawarkan, bisa jadi semakin bagus pula kualitasnya. Namun, tidak jarang pula, calon pembeli tidak mengindahkan fitur satu ini.
[quads id=8]
