Demi Jalin Persaudaraan, Lesus Tempuh Ratusan Kilometer, Naik Motor Dari Sumba NTT Datang Berlomba Di Sidoarjo

Sedang Populer

Sidoarjo – Pulau Sumba menurut Wikipedia merupakan sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luas wilayah 10.710 km² dengan titik tertinggi berada di Gunung Wanggameti.

Berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara. Selat Sumba terletak di utara pulau ini.

Dan, Mas Lesus yang warnabiru jumpai dua kali di Sidoarjo, Sabtu (22/1) saat Kopdar Konzlet Aa Duki di Gantangan Ramayana BC serta Minggu (23/1) saat gelaran Seduluran Kicau Mania Indonesia di gantangan The Hammer BC Desa Karangpuri Wonoayu Krian Sidoarjo.

Sudah menempuh perjalanan jauh bersama murai batu kesayangan bernama Bandit dari Sumba NTT.

[quads id=8]

Diceritakan awal mula, berangkat dari rumah pukul 6 pagi dengan jarak perjalanan ke pelabuhan yang pertama memakan waktu kurang lebih satu jam.

“Kemudian naik kapal nyebrang selama dua jam, turun lanjut gass lagi selama empat jam menuju pelabuhan Lembar dari sini kita menghabiskan waktu dua puluh jam di atas kapal, kira kira satu hari satu malam,” ujar Mas Lesus.

Sesampainya di Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (22/1) jalan lagi selama 1 jam singgah tempat saudara dulu baru gass menuju Kopdar Konzlet Aa Duki ditemani Koh Ationg SKMI.

Baca Juga: Veni Vidi Vici, Sekali Datang Murai Batu Sugali Ronny Sarikat SF Rebut Juara Kelas Utama SKMI Sidoarjo

Di sana, Bandit dapat juara 3 langsung balik karena hanya ikut satu kelas saja sekaligus prepare karena Minggu (23/1) lanjut ke gelaran SKMI karena Lesus sudah memesan 4 tiket atas nama Bandit.

Ketika ditanya berapa ongkos yang harus dikeluarkan selama perjalanan, naik kapal, bensin dan lain lain, Lesus menjawab kurang lebih 1 juta rupiah lebih Ia keluarkan untuk biaya berangkatnya saja.

BACA JUGA:  Veni Vidi Vici, Sekali Datang Murai Batu Sugali Ronny Sarikat SF Rebut Juara Kelas Utama SKMI Sidoarjo

Selama perjalanan, Lesus berhenti sebanyak 3 kali salah satunya karena dihadang hujan deras yang mengharuskannya berteduh sekaligus mengistirahatkan diri serta si Bandit.

Baca Juga: Kolaborasi PJSF Featuring BSBC Dukun Gresik, Minggu 20 Februari 2022

“Waktu berhenti saya pergunakan untuk memberi pakan Bandit, kadang waktu makannya bareng juga sama kita,” kenang Lesus.

Rencananya, Lesus hendak stay sampai Piala Kapten Murai, Minggu (30/1) yang dilaksanakan di Gantangan Kodam Surabaya, namun manusia berencana Tuhan yang menentukan.

Saat kelas ke 4 yang diikuti Bandit, kabar kurang mengenakkan datang dari rumah, putra kesayangan mengalami kecelakaan motor sehingga tidak sampai acara SKMI rampung, dirinya harus segera pulang.

Baca Juga: 31 Ribu Sepatu Gratis Untuk Siswa Kurang Mampu, Dibuat Di Eks Lokalisasi Dolly, Dikerjakan Buruh Pabrik Korban PHK

Karena dalam kondisi kalut, noni ationg menyarankan Lesus untuk ditemani beruntung ada rekan kicaumani serta satu bikers mengawal Lesus, ya wajar saja, bak disambar petir di siang bolong, rencana yang sudah tersusun rapi harus buyar seketika.

Jika ditotal, Lesus hanya juara sekali di acara Aa Duki dan harus menelan pil pahit saat di SKMI Sidoarjo, tidak mengangkat bendera koncer serta mendapat kabar sang putra kecelakaan.

Warnabiru masih ingat, motivasi yang diucapkan Lesus, menempuh perjalanan laut dan darat, ratusan kilometer berlomba dengan Bandit hanya untuk memintal tali persaudaraan kicaumania se-Nusantara. “Tujuannya persaudaraan kicaumania itu saja,” pungkasnya.

[quads id=8]

 

 

 

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer