Wayang Kulit Lakon ‘Bimo Bumbu’ Dipentaskan Menggunakan Bahasa Jepang

Sedang Populer

Jakarta – Pagelaran Wayang Kulit Virtual berbahasa Jepang dengan lakon “Bimo Bumbu” dibawakan oleh Ki Dalang Rofit Ibrahim bersama Grup Hannajoss, pada Indonesia Friendship Day 2022.

Sebelum dimulai, Grup Hannajoss menyuguhkan penampilan tari tradisional Ponorogo yaitu Jathilan atau Kuda Lumping. Serta pertunjukan Tari Topeng Kelana karya salah satu mahasiswa anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Osaka.

Lakon Bimo Bumbu bercerita tentang upaya Bima, dari kubu Pandawa, mengalahkan raksasa Prabu Boko yang gemar memakan manusia. Demi memudahkan misinya, tubuh Bima dibalur masakan tradisional bothok untuk mengecoh raksasa itu.

“Kisah Bimo Bumbu merupakan salah satu bagian dari kisah pewayangan Mahabarata,” ucap dalang Rofit.

[quads id=8]

Pagelaran wayang kulit virtual berbahasa Jepang ini ditayangkan secara langsung melalui Zoom Meeting dan dapat disaksikan dalam kanal YouTube KJRI Osaka dan Instagram KBRI Tokyo.

“Ragam pementasan budaya secara daring merupakan strategi KBRI Tokyo untuk terus mempromosikan diplomasi kebudayaan, sejalan dengan kebudayaan, diusung dengan semangat pemajuan,” ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Yusli Wardiatno, dikutip laman infopublik dari rilis Kemendikbudristek di Jakarta, Senin (7/3).

Sementara, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo, Tri Purnajaya, secara resmi membuka IFD 2022, hasil kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.

Dalam sambutannya, disampaikan jika pertunjukan wayang kulit merupakan bagian dari kegiatan promosi dan pelayanan terpadu yang dipaketkan dalam satu kegiatan.

“Itu IFD 2022 pertama dari beberapa kegiatan yang diprogramkan KBRI Tokyo. Grup Hannajoss pimpinan Ki Dalang Rofit Ibrahim telah berkontribusi secara aktif untuk memajukan seni dan budaya Indonesia di Jepang dan telah bermitra dengan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka dalam berbagai kesempatan,” papar Tri.

BACA JUGA:  Narasi Sejarah Dalam Lirik Lagu

Pihaknya yakin, dengan adanya pagelaran lakon Bimo Bumbu tidak hanya menunjukkan kekayaan dan keragaman seni budaya Indonesia, tetapi juga akan mempererat hubungan antar kedua negara.

Atdikbud Yusli yang dalam kesempatan itu turut hadir bersama Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) Meinarti Fauzie mendampingi KUAI Tri Purnajaya, mengungkapkan bahwa pagelaran wayang kulit banyak menyimpan filosofi kehidupan bangsa yang strategis untuk dikenalkan pada masyarakat Jepang.

[quads id=8]

“Jadi, di samping berupaya meningkatkan ketertarikan warga Jepang terhadap budaya Indonesia, sekaligus juga sebagai upaya diplomasi mempererat hubungan bilateral,” tandas Yusli.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Osaka, Diana ES Sutikno, mengungkapkan bahwa hingga kini sudah ada 17 kelompok seni Indonesia di wilayah kerja KJRI Osaka yaitu Kansai, Shikoku dan Chugoku.

“Wayang kulit menjadi ruang kebebasan berekspresi dalam menjawab permasalahan dan tantangan saat ini. Ini kali yang ke sekian bagi KJRI Osaka untuk berkolaborasi dengan Grup Hanajoss seperti halnya kelompok seni Indonesia lainnya di Jepang terutama yang ada di wilayah Osaka,” ucap Diana.

Sebagian besar anggota kelompok tersebut, merupakan orang Jepang yang punya ketertarikan terhadap kultur budaya negara Indonesia.

Dan, ini sebuah peluang untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki banyak kesamaan minat yang dapat dibagi dengan masyarakat Jepang.

“Hanajoss serta kelompok lainnya tetap menghidupkan pertunjukan budaya Indonesia di masa pandemi ini dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Konjen Diana ES Sutikno didampingi Konsul Pensosbud, Bambang Setyobudhi, serta Konsul Protokol dan Konsuler Sri Mulatsih.

[quads id=8]

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer