Waspada Depresi Saat Isoman, Ahli Sarankan Ini

Sedang Populer

Surabaya – Menurut ahli, saat isoman jika kesehatan mental seseorang kurang bagus, dalam kesendirian tadi seiring berjalannya waktu dapat berubah menjadi depresi.

Kita yang awam, memang kadang enggak kepikiran juga, bagaimana perasaan seseorang saat sedang menjalani isolasi mandiri, di rumah misalnya.

Badan dalam kondisi sakit, harus menerima kenyataan untuk sendiri melakukan isoman. Di sisi lain, pikiran dibayangi kenyataan harus segera sembuh agar bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga.

Pertentangan batin seperti itu, terkadang bisa memadamkan harapan untuk kembali hidup normal.

[quads id=8]

Apalagi, kalau sampai terpapar untuk kedua kalinya, mengharuskan mereka menjalani isolasi, libur kerja lagi dan sebagainya, pikiran negatif mulai menyerang kembali.

Fety Khosianah Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya menuturkan, bahwa kesepian serta pengalaman mengisolasi diri selama pandemi turut menjadi pemicu gangguan kesehatan mental tidak menutup kemungkinan dapat dialami mereka yang masuk kategori usia produktif.

Dijelaskan, jika depresi lebih dari sekadar keadaan sedih atau tertekan. Seseorang yang mengidap gangguan pada tahap berat dapat menimbulkan berbagai gejala yang berbeda-beda.

“Seperti mempengaruhi suasana hati, hingga juga dapat berdampak pada beberapa bagian tubuh,” jelas Fety, dalam laman Basra Kumparan, Selasa (1/3).

Salah satu cara untuk mengatasi hal itu adalah dengan melakukan pengobatan. “Karena (pengobatan) dapat membantu untuk meningkatkan kualitas hidup pengidapnya, cobalah untuk menemui ahli medis untuk meminta beberapa metode penyembuhan agar menjadi lebih baik,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, jika seseorang mengidap depresi akan lebih mudah untuk mencegah kekambuhan dengan mempelajari beberapa cara yang ampuh. Seperti perubahan gaya hidup dan pengobatan yang efektif.

Beberapa cara yang bisa dilakukan mencegah depresi dengan menghindari kebiasaan menyendiri serta mencari komunitas yang baik.

BACA JUGA:  KAI Daop 3 Cirebon Ingatkan Orang Tua Agar Melarang Anak Membuat Senjata Tajam Di Atas Rel

Atau coba membuat hidup lebih sederhana dengan perencanaan jangka pendek dan panjang, berolahraga secara teratur, minimal 3–5 kali dalam seminggu dengan durasi sekitar 30 menit.

Selain itu, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan pola makan yang teratur juga dapat dilakukan.

“Taruh dulu beban, buat hidup lebih santai untuk menghindari stress. Yang terpenting hindari konsumsi minuman beralkohol serta obat-obatan terlarang,” pungkasnya.

[quads id=8]

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer