Gresik – Warga Dusun Sidorukun Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, memulai gerakan bayar listrik dengan sampah dan Bupati Gresik, H Fandi Ahmad Yani, berujar mungkin program tersebut pertama di Indonesia.
Disebutkan dalam siaran pers, Senin 21 Maret, jika PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Pertamina yang mengelola bisnis pelumas, melalui salah satu pabrik pelumasnya Production Unit Gresik (PUG).
Menunjukkan komitmen dalam menjaga bumi saat memperkenalkan Program Bayar Listrik Dengan Sampah, Kamis (17/3) di Dusun Sidorukun, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
[quads id=8]
Turut hadir sekaligus meresmikan, Bupati Gresik H. Fandi Ahmad Yani didampingi Manager PUG PTPL Setyo Nugroho, Anggota DPRD Komisi B Pemprov Jawa Timur Gus Iwan Junai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Mohammad Najikh, Camat Sidayu Nuriadi, Kepala Desa Kertosono Mohammad Hazir Sya’ban.
Kepala Dusun Sidorukun Tristianto, ASOBSI (Asosiasi Bank Sampah Indonesia), Komunitas TDA (Tangan Di Atas) serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gresik.
[quads id=8]
Program tersebut dikatakan terinspirasi dari program CSR PTPL sebelumnya, yakni Ngopi Bayar Pakai Sampah yang kemudian dimodifikasi menjadi Bayar Listrik Dengan Sampah.
Secara teknis, tiap rumah wajib mendaftarkan keluarganya menjadi nasabah di Bank Sampah Cinta Bumi kemudian tabungan sampah yang terkumpul dapat ditukar dengan pulsa token listrik.
Pengelolaan ditangani Bank Sampah Cinta Bumi Dusun Sidorukun, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kab Gresik sebagai pilot project.
Total nasabah 200 KK serta sistem pengambilan sampah dilakukan dengan cara jemput sampah (homecare).
[quads id=8]
“Program Bayar Listrik dengan Sampah merupakan inovasi sosial luar biasa, namun program tidak dapat berjalan sendiri. Oleh karena, terima kasih semangat kolaborasi serta komitmen dari PT Pertamina Lubricants juga Dinas Lingkungan Hidup yang terus mendukung Kabupaten Gresik dalam program pengurangan sampah,” papar Bupati Gresik, H. Fandi Ahmad Yani.
Bupati juga menambahkan jika mungkin program tersebut yang pertama di Indonesia.
“Semoga sinergi ini bisa terus terbangun dengan baik. Kami berharap program serupa bisa direplikasi di wilayah lainnya,” ungkap Gus Yani.
Sementara itu, Anggota DPRD Komisi B Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gus Iwan Junai mengatakan, Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk mendukung program ini dan sejenisnya.
[quads id=8]
Serta akan mengalokasikan dana pokok pikiran dewan untuk pengelolaan sampah yang dikelola masyarakat sebagai sarana pembangunan gedung dan alat yang diperlukan.
Sedangkan Manager PUG PTPL, Setyo Nugroho, mengatakan pihaknya berperan aktif dalam melakukan pelatihan, mentorship serta pendampingan bank sampah agar program berjalan dengan optimal.
[quads id=8]
