Surabaya – Mayang Viodita Mahasiswi S1 Program Studi Manajemen Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya), asal Bangkalan berkreasi membuat es krim berbahan dasar sayur sawi sebagai tugas mata kuliah kewirausahaan untuk membuat sebuah produk.
Dan, seperti dilansir dari laman Kominfo Jatim, Kamis (24/3) tidak hanya manis, es krim buatan mantan Mentor Duta Kampus tahun 2019 tersebut juga dinamai es krim ‘local’ karena sifatnya yang low calories.
Karena mendapat respon positif, baik dari dosen maupun teman sebayanya. Produk yang awalnya terbatas di ruang kelas fakultas saja.
[quads id=8]
Akhirnya coba diperkenalkan keluar lewat beberapa lomba, salah satunya menjadi peserta dalam Lomba Koperasi Dana Hibah Jawa Timur pada tahun 2018.
“Alhamdulilah menang, begitu dapat hadiah, uang pembinaan tersebut langsung saya belikan alat-alat pelengkap produksi seperti blender, freezer, kemasan packaging serta masih banyak lagi,” ungkapnya.
Dan, percaya atau tidak, es krim berbahan sawi tersebut berasal dari ide sederhana, makan es krim, manis tetap, tapi bahannya premium, low calorie serta tanpa bahan pengawet.
Mayang menempatkan dirinya sebagai konsumen, apalagi cewek, kalau makan es krim kadang was was bikin bikin gendut sampai gregetan sendiri, khawatir jerawat nongol seketika di permukaan kulit wajah.
[quads id=8]
Karena ingin terus mengeksplorasi, Mayang kemudian menambah menu rasa, di antaranya dari ubi ungu, cokelat, vanilla cream cheese, pisang, strawberry, blueberry, mangga, serta yang terbaru capucino.
“Kalau bahannya buah, saya pilih yang premium lalu taruh di freezer. Kalau ubi ungu tidak usah pakai gula karena ubinya saja sudah manis,” tambahnya.
Kini, Mayang rutin es krim local, tiap seminggu sekali, sekali bikin bisa sampai 400 cup untuk dipasarkan online juga offline.
“Offline saya jual di café, koperasi pondok pesantren, toko retail serta buat stock di rumah,” tandasnya.
[quads id=8]
Agar lebih dikenal, Mayang juga aktif ikut dalam kegiatan Ibu-ibu PKK di lingkungan sekitar.
Sedangkan untuk memasarkan secara online dibuat akun dengan nama @localicreamku serta jalur pemesanan bisa melalui WhatsApp Business.
Ice cream Mayang sekarang punya 9 varian rasa, dengan kemasan cup dijual dari harga Rp 3.000 sampai Rp 20.000 dengan ukuran beragam mulai dari 60ml, 120ml, 150ml hingga 300ml.
Selain itu ada pula yang kemasan 1 liter sampai 8 liter yang dibanderol Rp 50.000 hingga Rp 300.000.
[quads id=8]
Dan kedepan, Mayang berharap bisa segera membuka kedai sendiri agar produknya bisa terus berkembang.
“Sekarang saya juga lagi ikut kelas membuat ice cream gelato serta bekerjasama dengan vendor catering pernikahan,” pungkasnya.
