Surabaya – Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Kamis 13 Januari mengeluarkan pernyataan tertulis tentang Kewaspadaan Terhadap Cuaca Ekstrem Pada Puncak Musim Hujan Di Jawa Timur.
Menyebut Pada bulan Januari – Februari , wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Pada saat puncak musim hujan, potensi hujan dapat terjadi pada pagi, siang atau malam hari dengan intensitas bervariasi dari ringan, sedang hingga lebat dengan durasi yang lama.
Dan, dr Rizal Fadli, 07 Oktober 2021 pernah menulis artikel tentang di laman halodoc tentang demam berdarah.
[quads id=8]
Disebutkan pada musim penghujan, populasi nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah akan bertambah karena telur yang belum menetas akan menetas saat habitat di sekelilingnya mulai tergenang air.
Disaat itu pulalah, penyebaran penyakit demam berdarah akan meningkat.
Siklus seperti ini sudah diwanti wanti oleh ahli, salah satunya dr. Dominicus Husada, Konsultan infeksi anak FK Unair/RSUD dr Soetomo Surabaya, kepada Basra (Berita Anak Surabaya) dari laman kumparan, Rabu (19/1).
“Satu hal yang perlu diingatkan saat ini kasus DBD sedang tinggi tingginya, saya tidak bisa menyebutkan angkanya, namun jumlah kasusnya meningkat dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Umumnya mereka yang datang ke fasilitas layanan kesehatan mengeluhkan demam.
“Meski gejalanya tidak selalu demam, kenyataan di lapangan, seratus persen pasien yang berobat mengeluhkan demam,”lanjut sang dokter.
Ia juga berpesan, jika anak demam 3 hari tak kunjung reda, segera bawa ke fasyankes terdekat.
BACA JUGA: Resmi Sudah, Ibu Kota Negara Pindah Ke Kalimantan Timur Dengan Nama Nusantara
Sementara itu, pernyataan dr Dominicus diperkuat dengan temuan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astu, alumni ITS yang juga politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), saat berkunjung, memeriksa terkait pelayanan kesehatan di RSUD dr Soewandhie, Jl. Tambak Rejo Surabaya milik Pemerintah Kota Surabaya.
Seperti dilansir dari laman advokasi, Senin (17/1), saat kunjungan, Reni menemukan tempat tidur di RSUD Soewandhie penuh terisi 14 pasien rawat inap demam berdarah.
Lantas, Ia menyarankan jika ruang rawat inap penuh, pasien bisa ditangani di UGD atau dirujuk rumah sakit lain yang menerima kepesertaan BPJS, seperti ke RS Bhakti Dharma Husada.
“Pada dasarnya RSUD Dr Soewandhie telah memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik,” pungkasnya.
[quads id=8]
