Warnabiru.com – Daun salam, dikenal punya banyak manfaat namun perlu diwaspadai juga efek samping penggunaannya yang berpotensi dapat mengganggu kesehatan.
Wikipedia menyebut salam adalah nama pohon penghasil daun rempah yang digunakan dalam masakan Nusantara.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau Indonesian laurel, sedangkan nama ilmiahnya adalah Syzygium polyanthum.
[quads id=8]
Daun salam digunakan terutama sebagai rempah pengharum masakan di sejumlah negeri di Asia TenggaraTenggara. Baik untuk masakan daging, ikan, sayur mayur, maupun nasi.
Daun ini dicampurkan dalam keadaan utuh, kering ataupun segar, dan turut dimasak hingga makanan tersebut matang.
Rempah ini memberikan aroma herba yang khas namun tidak keras. Di pasar dan di dapur, salam kerap dipasangkan dengan laos alias lengkuas.
Minggu 6 Maret, laman alodokter menuliskan efek samping daun salam ternyata berpotensi mengganggu kesehatan karena tidak semua orang cocok mengonsumsinya.
Soal manfaat jangan ditanya, selain baunya yang sedap, daun salam sudah sejak lama dipercaya memiliki kandungan yang berkhasiat untuk kesehatan, mulai dari menurunkan kolesterol, melancarkan pencernaan, menurunkan kadar gula darah, hingga mencegah kanker.
[quads id=8]
Meski demikian, alodokter menyarankan, untuk berhati-hati saat menggunakannya karena menurut beberapa penelitian, daun salam juga bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi oleh orang dengan kondisi medis tertentu.
Langsung saja, ke pokok bahasan, manfaat serta efek samping daun salam.
Yang pertama Manfaat:
Menurunkan gula darah serta kolesterol
Kandungan polifenol daun salam berfungsi sebagai antioksidan kuat. Zat tersebut dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol pada penderita diabetes.
Mencegah batu ginjal
Daun salam juga dipercaya mampu mengurangi jumlah enzim urease penyebab batu ginjal serta gangguan lambung. Meski demikian, manfaat ini masih perlu dikaji lebih lanjut.
[quads id=8]
Mencegah kanker
Disebutkan dalam penelitian, ekstrak daun salam dapat menghambat pertumbuhan sel kanker kolorektal, kanker darah serta kanker payudara.
Bukan hanya itu, daun salam juga dianggap mampu membantu pembentukan memori dan mengurangi peradangan di daerah luka.
Namun, sekali lagi, klaim tentang manfaat daun salam di atas masih membutuhkan bukti dan penelitian lebih lanjut.
Masuk ke efek samping, apa saja?
Hindari konsumsi daun salam secara utuh, walau sudah dibersihkan dan dimasak. Karena daun salam tidak dapat dicerna tubuh meski telah dikunyah. Hal ini berpotensi menimbulkan gangguan pada tenggorokan atau saluran pencernaan.
Selain itu, daun salam tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh:
[quads id=8]
Penderita diabetes
Daun salam memang dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.
Namun, mengonsumsi daun salam bersamaan dengan obat diabetes dapat menyebabkan hipoglikemia akibat penurunan kadar gula darah yang berlebihan dan sulit dikontrol.
Jadi, jangan lupa konsultasikan dulu ke dokter untuk mengetahui takaran amannya.
Ibu hamil dan menyusui
Wanita hamil atau menyusui perlu berhati-hati ketika akan mengonsumsi daun salam. Sampai saat ini, belum ada informasi yang akurat tentang takaran aman penggunaan daun salam untuk ibu hamil dan menyusui.
[quads id=8]
Maka dari itu, ibu hamil atau menyusui disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi daun salam.
Pasien yang akan menjalani pembedahan
Jika sudah dijadwalkan menjalani proses bedah dalam waktu dekat, hindari dulu makanan yang mengandung daun salam, minimal sejak dua minggu sebelum menjalani operasi.
Daun salam diduga dapat memperlambat kerja sistem saraf dan otak, sehingga berisiko mengganggu efek obat-obatan anestesi saat pembedahan dan setelahnya.
Secara umum, mengonsumsi daun salam sebagai makanan tergolong aman. Boleh saja sesekali menambahkan daun salam sebagai penyedap masakan.
[quads id=8]
Namun, jika hendak mengonsumsi daum salam sebagai obat herbal, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter.
Pasalnya, daun salam mungkin dapat menimbulkan efek samping atau memengaruhi obat-obatan yang sedang kita konsumsi.
