[quads id=8]
Oleh karenanya Esther Duflo seorang ekonom dari Amerika Serikat mengadakan riset terkait keberadaan SD Inpres.
Penelitian tersebut berjudul Schooling and Labor Market Consequences of School Construction in Indonesia yang terbit pada Agustus 2000.
Dalam riset tersebut, Duflo menunjukkan bahwa pembangunan SD Inpres memberikan dampak pada peningkatan pendidikan dan pendapatan masyarakat.
Anak-anak usia 2 hingga 6 tahun di 1974 menerima 0,12 hingga 0,19 tahun lebih banyak pendidikan, untuk setiap sekolah yang dibangun per 1.000 anak di wilayah kelahiran mereka.
Dari penelitian yang sama pula, ternyata ditemukan fakta kalau keberadaan SD ini membuat banyak pemuda dari kalangan keluarga miskin jadi mengenal baca dan tulis. Dampaknya, pendapatan mereka pun jadi naik sampai 6,8 persen – 10,6 persen.
Menariknya, penelitian yang dilakukan Duflo bersama dengan dua rekan lainnya, yakni Abhjit Banarjee, serta Michael Kremer ini menghantarkan ketiganya meraih hadiah Nobel 2019 di bidang perekonomian.
Sedangkan Prof. Dr. Widjojo Nitisastro (23 September 1927 – 9 Maret 2012), Menteri Indonesia yang dikenal sebagai arsitek utama perekonomian orde baru, sekaligus pencetusnya tidak mendapatkan apa apa selain pemerataan pendidikan berjalan dengan semestinya.
[quads id=8]
