Nostalgia Dengan SD Inpres Yang Membuahkan Hadiah Nobel Perekonomian

Sedang Populer

[quads id=8]

Dan pertama kalinya meluluskan siswa pada tahun 1980. Hingga tahun 1994, pembangunan SD Inpres bertambah jumlahnya menjadi 150 ribu unit.

Selain Sekolah Dasar Inpres, Soeharto sejak 1974 sudah mempersiapkan untuk membangun SD Pamong (Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orangtua, dan Guru) yang disediakan bagi anak-anak miskin.

SD Pamong diselenggarakan oleh masyarakat, orangtua, dan guru untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi anak putus sekolah dasar dan anak yang tidak dapat datang secara teratur belajar di sekolah.

Sekolah ini tidak memiliki gedung sekolah namun kegiatan belajar dibimbing oleh guru pamong. Kegiatan belajar bisa dilakukan di mana saja seperti balai desa atau rumah penduduk.

Proyek perintis SD Pamong dibuka di Kabupaten Karanganyar, Surakarta pada 1975. Kemudian pada 1977, proyek SD Pamong dibuka juga di Kabupaten Gianyar, Bali.

Nobel Perekonomian

Sementara itu laman inibaru tertanggal 14 Februari, menyebutkan yang jadi penggagas dibentuknya SD Inpres ini bukanlah Presiden Soeharto, melainkan teknokrat sekaligus ekonom senior Widjodjo Nitisastro.

Diharapkan, dengan adanya SD Inpres dapat membuat jumlah sekolah di daerah semakin banyak hingga akhirnya memberikan kesempatan bagi anak-anak dari kalangan ekonomi bawah memperoleh pendidikan.

[quads id=8]

BACA JUGA:  Kemenhub: Belum Ada Keputusan Mudik Lebaran 2022

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer