Sebagai pembuka, Ketua Sutopo Sugihartono yang sehari hari berprofesi sebagai wartawan surat kabar harian kedaulatan Rakyat menyampaikan kepada peserta beberapa hal penting.
Pernyataan berkaitan dengan tata cara penulisan karya sastra agar memenuhi persyaratan untuk dimuat di media cetak menggunakan Bahasa Jawa.
“Karya sastra mujudaken satunggaling isi tumraping media cetak, mila kanthi karya sastra saget dados memanising satunggaling penerbitan sahengga dados narik kawigatosan kanggenipun para maos,” tutur Sutopo.
[quads id=8]
Jadi, sudah sewajarnya ketika karya dari penulis hendak dimuat dan jadi bahan bacaan khalayak luas. Mereka dituntut untuk terampil menggunakan bahasa sastra supaya pembaca dapat menikmati karya tulis tersebut.
Sudah barang tentu, ketika ditulis dengan bahasa yang baik dan pas maka susunan kalimatnya-pun, seakan bisa menyatukan rasa antara pembaca dengan isi tulisan.
Sutopo juga berpesan, tentang teknis penulisan karangan, diawali dengan teras (lead). Dilanjutkan dengan membuat alinea pertama yang isinya menggambarkan tema keseluruhan sehingga sejak awal pembaca sudah tertarik untuk mengikuti kisah selanjutnya.
Tahapan kedua tentang pemaparan tentang inti cerita yang masih terkait dengan lead, serta dipungkasi dengan beberapa hal yang belum ada atau disebutkan dalam teras maupun badan. Sebagai pelengkap, pengaya isi suatu cerita karya sastra
Pada dasarnya, Sutopo memberi garis bawah, supaya bisa menulis karya sastra kuncinya terletak pada penataan paragraf yang harus sesuai dengan ilmu komposisi penulisan.
Sebagai contoh, Dalam satu paragraph bisa berisi satu, dua atau tiga kalimat yang baku dan harus mewujudkan satu kesatuan cerita yang runut, selesai sesuai dengan pokok cerita.
Tidak boleh lupa juga, semuanya musti dirangkai menggunakan Bahasa jurnalistik, memenuhi kaidah mudah dimengerti dan sederhana.
Hingga akhirnya, seluruh peserta tadi ditugaskan untuk praktek menulis karya sastra Jawa sesuai dengan materi pelatihan yang dipilih Esai, Cerkak atau Geguritan.
Yang hasilnya untuk jadi bahan diskusi dengan para mentor, sehingga peserta paham dan mengetahui seperti apa karya sastra yang layak dicetak di media massa.
Terakhir, pengurus Pasbuja Kawi Merapi memprioritaskan para peserta Gladhen tadi untuk ikut workshop penulisan feature dalam Bahasa jawa.
Secara cuma cuma yang diselenggarakan oleh Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman dalam waktu dekat ini.
Baca Juga: Ide Edi Coffee Taman Maerokotjo Rewwin Sidoarjo, Ketika Fisika Dan Menu Golden Latte Bertemu
[quads id=8]
