Warnabiru.com – Kasus pengunduran diri puluhan kepala sekolah Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, karena merasa akan diperas oknum LSM dan oknum kejaksaan memasuki babak baru. Pasca kejadian itu KPK memeriksa para kepala sekolah tersebut.
Dilansir dari kompas.com hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau, Taufik Tanjung.
“Pemeriksaan 63 kepala SMP dan KPK ini sudah berjalan hari ketiga. Ada 10 orang petugas KPK yang melakukan pemeriksaan,” ucapnya pada Kamis, 13 Agustus 2020.
Pemeriksaan ini dilakukan di hotel berbintang yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau.
BACA JUGA: Anggota DPRD Ciamis Melaporkan Anaknya ke Polisi Karena Ungahan di Medos
“Semoga pengusutan kasus ini bisa ada ending yang terbaik buat kita bersama. Kita juga harapkan kasus ini menjadi perhatian khusus oleh Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi), biar masalah ini tidak terjadi lagi kedepannya,” ucap Taufik Tanjung.
Ditempat sama juga terdapat Kepala Inspektorat setempat yakni Boyke Sitinjak. Disana dia juga diperiksa oleh KPK.
“Kami telah menunjukkan bukti – bukti kepada KPK apa yang terjadi di Indragiri Hulu. Untuk saat ini (bukti) masih dianggap cukup oleh KPK. Kita mendukung pemeriksaan KPK ini, karena untuk membuktikan adanya unsur tindak pidana korupsi itu tidak mudah,” ucap Boyke Sitinjak.
Kasus ini cukup viral setelah seluruh kepala sekolah SMP negeri di Kabupaten Inhu, Riau, mengundurkan diri serentak pada Selasa 14 Juli 2020. Mereka mengundurkan diri karena merasa tertekan dalam pengelolaan dana Bantuan operasional sekolah (BOS).
Sebab mereka merasa diteror dan diperas oknum jaksa dan LSM. Dengan modus bila tidak diberikan dana yang diminta akan diganggu dalam proses penggunaan dana BOS itu.
Namun beberapa saat kemudian mereka kembali bekerja setelah bertemu dengan Kejaksaan Riau yang diwakili Asisten Inteljen Raharjo Budi Kisnanto.Dalam pertemuan itu pihak Kejati Riau meminta maaf kepada para kepala sekolah dan berjanji akan menindak oknum jaksa nakal itu.
