Jakarta – Kementrian Pertanian telah mengeluarkan Surat Edaran kewaspadaan Penyakit Kulit Berbenjol (Lumpy Skin Disease) kepada pemangku kepentingan di seluruh Indonesia sebanyak 4 kali sejak penyakit tersebut ditemukan pada Sapi di Provinsi Riau.
Hal tersebut disampaikan Nuryani Zainuddin, selaku Direktur Kesehatan Hewan.
“Kita gencarkan juga sosialisasi tentang LSD melalui berbagai media serta webinar berseri tentang kesiapsiagaan terhadap penyakit tersebut pada tahun 2021,” ujarnya.
[quads id=8]
Diharapkan dengan meningkatnya kewaspadaan, petugas di lapangan dapat mendeteksi secara cepat kejadian LSD, kemudian melaporkan sekaligus menanganinya.
“Kita telah berhasil mendeteksi dengan cepat, karena dukungan sistem pelaporan real-time iSIKHNAS serta kemampuan laboratorium kesehatan hewan yang baik, sehingga penyakit dapat dikonfirmasi dengan segera,” tandas Nuryani.
Dilanjutkan, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, tim Kementan akan gerak cepat segera melakukan berbagai langkah pengamanan guna mengantisipasi penyebaran lebih lanjut dari penyakit LSD .
“Strategi utama vaksinasi, namun harus didukung dengan deteksi dini serta penelurusan kasus, pengendalian lalu lintas, pengendalian vektor, komunikasi, informasi serta edukasi,” imbuhnya.
Nuryani juga ingin menyampaikan, penanganan LSD kali ini akan menantang, selain dapat disebarkan oleh lalu lintas sapi tertular serta produknya yang mengandung virus, LSD dapat juga ditularkan melalui perantara seperti gigitan serangga.
Namun, ditegaskan kembali jika penyakit kulit berbenjol tersebut tidak menular dan tidak berbahaya bagi manusia. Untuk itu dihimbau agar masyarakat tidak perlu panik serta terus mendukung berbagai upaya penanganan yang akan dilakukan oleh pemerintah.
[quads id=8]
“Kita telah siapkan sumberdaya yang cukup untuk penanganan LSD ini,” pungkasnya
Hal senada disampaikan Nasrullah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, siap mengerahkan sumber daya untuk menangani LSD.
Sekaligus menjelaskan, sebelumnya LSD juga pernah terjadi di beberapa negara di Asia termasuk Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos serta Kamboja.
“Untuk penanganan LSD di Riau, kita akan kerahkan dokter hewan dan paramedik staf Kementan di sana untuk membantu melakukan vaksinasi,” ujar Nasrullah di Jakarta, Sabtu (5/3) seperti ditulis infopublik, Minggu 6 Maret.
Sekaligus menyatakan jika Kementan telah melaksanakan berbagai upaya pencegahan masuknya penyakit ini ke Indonesia.
“Upaya-upaya kewaspadaan telah kita lakukan sejak penyakit ini masuk ke Asia Tenggara tahun 2019,” terangnya.
Terakhir, Nasrullah menghimbau semua peternak serta dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan, baik tingkat kabupaten maupun provinsi agar melakukan pembatasan lalu lintas ternak guna mencegah penyebarluasan penyakit LSD.
[quads id=8]
