Kata 'Anjay' Secara Resmi Dilarang di Indonesia

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com - Secara resmi Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) mengeluarkan aturan bahwa penggunaan kata 'anjay' dilarang di Indonesia. Alasan baku mengapa dilarang karena kata - kata tersebut berpotensi menyulut dan mengandung unsur kekerasan.

Dalam formatnya penggunaan kata 'anjay' dapat dikategorikan sebagai bentuk kekerasan verbal. Sehingga pelaku dapat dijerat UU 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dilansir dari kompas.com hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Siregar. "Apakah itu bermakna merendahkan, melecehkan, membuat orang jadi galau atau sensara, kalau unsur itu terpenuhi, maka istilah anjay tentu mengandung kekerasan. Jika mengandung kekerasan, maka tak ada toleransi," ucap Arist Merdeka Siregar pada Minggu, 30 Agustus 2020.

Namun perlu digarisbawahi kata 'anjay' disini bermakna menghina bukan menghina. Jadi apabila konteksnya memuji tidak bisa dipidanakan sesuai UU Perlindungan Anak.

"Bisa saja kalau maknanya pujian atau salut terhadap prestasi orang atau produk spektakuler, itu tidak apa - apa, silahkan dipakai," jelas Arist Merdeka Siregar.

Alasan mengapa pihaknya mengeluarkan surat edaran penggunaan kata 'anjay' karena menindaklanjuti laporan dari masyarakat ke Komnas PA. Sebab dalam laporan itu istilah 'anjay' digunakan untuk konteks melecehkan, menghina dan kata kasar.

Sehingga apabila banyak warganet atau nitizen yang kurang setuju terhadap edaran itu Arist Merdeka Siregar merasa tidak masalah. Sebab di titik ini Komnas PA harus hadir demi terciptanya kehidupan anak tanpa diskriminasi.

"Kalau ada orang kontra, tidak apa - apa. Itu kebebasan ekspresi, Komnas PA tidak tersinggung. Tugas Komnas PA untuk meluruskan itu. Komnas PA ini sahabat anak tanpa diskriminasi." Ucap Arist Merdeka Siregar.

BACA JUGA:  Bundesliga 2020/21: Preview dan Prediksi Arminia Bielefeld vs Bayern Munich

"Jadi kalau ada dampak menimbulkan kekerasan, maka komnas harus hadis disitu," tambah Arist Merdeka Siregar.

Di media sosial Twitter sendiri banyak tanggapan mengenai surat edaran tentang larangan kata 'anjay' ini. Paling tidak surat edaran yang dibagikan oleh akun @tubirfess itu pada Minggu, 30 Agustus 2020 telah disukai 14,5 ribu orang dan dibagikan sebanyak 9 ribu kali.

Sebelumnya Komnas PA pernah mendapatkan sorotan. Karena menilai Program Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang diadakan Djarum Foundation dinilai melanggar hak anak. Sehingga menyarankan agar penyelenggara acara ini mengevaluasi kegiatan ini.

Alasannya mengembangkan bakat minat dan memanfaatkan waktu luang tidak boleh melanggar Konvensi PBB tentang Hak Anak serta UU Perlindungan Anak. Menyikapi hal itu pihak PB Djarum menghentikan audisi beasiswa bulu tangkis tahun 2020.

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Sedang Populer