Warnabiru.com – Segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Sama juga ketika kita minum air putih terlalu banyak akan ada efek buruknya bagi tubuh.
Memang, minum merupakan salah satu kebutuhan makhluk hidup untuk menjaga metabolisme tubuh Anda tetap sehat dan berjalan dengan baik.
Namun, menurut ahli di luar sana jika berlebihan dan dilakukan terlalu cepat, tergesa gesa malah bisa berujung dengan apa yang mereka sebut ‘keracunan air’.
Sebuah kondisi ketika seseorang minum begitu banyak air, ginjal tidak dapat menghilangkannya dalam waktu singkat, sehingga mereka mulai mengencerkan elektrolit terutama natrium dalam darah.
Kondisi seperti ini dianggap berbahaya karena kadar natrium darah turun dengan cepat, menyebabkan perubahan neurologis seperti halusinasi dan kebingungan.
[quads id=8]
Memang kasus demikian jarang terjadi, namun di atas kertas l, keracunan air bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
Secara teknis, orang dewasa perlu minum sekitar 2,7 hingga 3,7 liter cairan sehari, yang bisa berasal dari air, makanan, dan minuman lainnya.
Keracunan air dapat terjadi jika kita minum lebih dari tiga sampai empat liter air dalam waktu singkat seperti satu atau dua jam, papar pakar pengobatan darurat di Rutgers New Jersey Medical School, Lewis Nelson, MD, seperti ditulis laman Insider, Jumat (4/3).
Namun, tidak ada jumlah cairan tertentu yang dianggap tak aman dan risiko keracunan air akan bervariasi tergantung pada frekuensi asupan, usia, jenis kelamin, dan kesehatan secara keseluruhan.
Terlalu banyak air dapat membuat otak membengkak serta mengganggu fungsi normal. Gejala masalah ini meliputi sakit kepala, bingung, mual, muntah dan seseorang menjadi lupa.
Jika tidak segera diobati, maka kondisi ini dapat menyebabkan gejala lain, seperti bicara berubah jadi cadel, badan terasa lemah, halusinasi, kram otot, gangguan fungsi otak, kejang sampai koma.
Keracunan air cenderung terjadi pada orang dewasa yang melakukan lari maraton, sedang melaksanakan pelatihan militer serta punya kondisi kesehatan mental seperti polidipsia psikogenik atau minum air secara kompulsif dan skizofrenia.
Namun, kondisi ini juga bisa berkembang pada bayi. Bayi berusia di bawah enam bulan beum boleh diberi air karena perutnya kecil dan ginjalnya belum berkembang.
Jika mereka diberi air atau susu formula yang terlalu encer, mereka mungkin mengalami keracunan air.
“Pasien dengan keracunan air memiliki keadaan darurat medis, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat. Dokter biasanya perlu menghentikan kejang pasien, dengan memasukkan larutan yang mengandung natrium pekat serta mendukung pernapasan mereka,” ujar Nelson.
Pasien juga memerlukan larutan elektrolit intravena dan obat lain untuk mengembalikan konsentrasi natrium darah normal. Tingkat kematian untuk pasien dengan keracunan air sekitar 7,1 persen.
[quads id=8]
