Indeks Kualitas Udara Kota Surabaya Terus Membaik Seiring Bertambahnya Jumlah RTH

Sedang Populer

Surabaya – Pernah diganjar penghargaan kota besar dengan udara terbersih se-Asia Tenggara, membuat Wali Kota Eri Cahyadi terus mempertahankan prestasi tersebut.

Bagi yang belum tahu, penghargaan bersejarah tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Eri dalam acara bertajuk “The 5 ASEAN ESC Award and the 4 Certificate of Recognition” digelar di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Beragam inovasi dan program yang dikembangkan jadi resep Kota Pahlawan meraih predikat tersebut. Di antaranya Ruang Terbuka Hijau (RTH) luasannya terus bertambah, melampaui target pemerintah pusat.

[quads id=8]

Wali Kota Eri berujar, sesuai dengan program pengembangan Ruang Terbuka Hijau di wilayah perkotaan.

Mensyaratkan harus mampu memenuhi luasan RTH publik minimal 20 persen sesuai amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Dan, Surabaya berhasil melampauinya pada angka 22 persen. Mungkin lepas membaca kalimat ini, ada yang bertanya, penasaran dimana saja RTH-nya, karena bayangan kita ruang terbuka ya taman kota.

Sedangkan jika kita menelusuri Surabaya, katakanlah dalam kurun waktu, buat 3 hari misalnya. Masa iya, di kota yang sudah padat pemukiman serta perkantoran.

Bisa mencukupi untuk membuat taman, minimal di benak kita ada beberapa tempat yang sama luasnya dengan taman Bungkul, Apsari dan seterusnya.

Dan, taraaa, Surabaya benar benar berbenah, di laman Finansialku disebutkan ada 27 taman yang cocok untuk foto di instagram.

Lebih detil tentang RTH lainnya, coba simak rincian di berikut:

[quads id=8]

– Untuk RTH makam seluas 284,95 hektar.
– RTH lapangan dan stadion seluas 361,08 hektar.
– RTH telaga/waduk/boezem seluas 198,23 hektar.
– RTH dari fasum dan fasos permukiman seluas 205,50 hektar.
– RTH kawasan lindung seluas 4.570,33 hektar.
– RTH taman hutan raya seluas 66,03 hektar.
– Serta RTH taman dan jalur hijau (JH) seluas 1.672,75 hektar.

BACA JUGA:  Belanda Hapus Persyaratan Karantina Mulai 25 Februari 2022

“Jadi total semua RTH, seluas 7.358,87 hektar atau 22 persen dari luas wilayah Kota,” imbuh Eri, Jumat 18 Februari seperti dilansir dari laman Basra Kumparan.

Bagusnya lagi, RTH sebanyak itu dapat menyerap CO2 sebesar 642.794,59 ton/tahun.

Bahkan, capaian IKU (Indeks Kualitas Udara) Kota Surabaya sebesar 90,31, yang artinya melebihi capaian IKU nasional.

“Alhamdulillah tiap tahunnya, kualitas udara Kota juga terus meningkat, terutama mulai tahun 2016-2020,” tandasnya.

Selain udara, Kota Surabaya juga mampu meningkatkan kualitas lingkungan melalui gerakan partisipasi masyarakat hijau berjudul 3R serta program Waste to Energy yang menggunakan metode gasifikasi.

“Surabaya juga telah mengembangkan konsep Green Transportation dan Green Buildings. Kita juga sudah menggunakan pembangkit listrik tenaga surya di 74 titik persimpangan. Berbagai inovasi terus kita kembangkan, untuk memberikan yang terbaik bagi warga Surabaya,” pungkasnya.

[quads id=8]

 

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer