Fakta Pneumonia Pada Anak Berikut Pencegahannya

Sedang Populer

Warnabiru.com – Konsep yang diaminkan banyak orang hampir selama 2300 tahun, strategi SunTzu, kenali dirimu kenali musuhmu berlaku juga untuk mencegah pneumonia pada anak dengan jalan mengetahui fakta tentangnya.

Dan, UNICEF Indonesia pernah menuliskan 6 fakta pneumonia pada anak.

Sebagai pendahuluan Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang bisa menjangkiti salah satu atau kedua paru-paru.

Tidak ada penyebab tunggal, bisa disebabkan banyak hal seperti bakteri, virus, atau jamur yang ada di udara.

[quads id=8]

Anak-anak yang terkena pneumonia mengalami kesulitan bernafas serta akan merasa sakit karena paru-parunya berisi nanah dan cairan. Gejala lain dari pneumonia termasuk demam, batuk serta sesak (mengi).

1. Pneumonia penyebab kematian anak terbesar dibandingkan penyakit menular lainnya
Di seluruh dunia, 800.000 balita meninggal tiap tahunnya. Tahun 2018 di Indonesia, tercatat lebih dari 19.000 balita meninggal, artinya setiap jam ada lebih dari 2 anak meninggal.

2. Pneumonia dapat menular
Bisa menular dan menyebar dengan beberapa cara. Melalui udara (dari batuk atau bersin), darah, khususnya selama atau setelah kelahiran, atau melalui permukaan yang terkontaminasi.

3. Sekitar 50% kematian berkaitan dengan polusi udara
Sistem imun yang sehat biasanya melindungi tubuh dari penyebab infeksi, tetapi ada banyak faktor yang bisa melemahkan imunitas. Untuk anak-anak, polusi udara salah satu faktornya.

Polusi udara di luar ruangan bisa mengancam, seiring meningkatnya laju urbanisasi di negara-negara dengan angka pneumonia yang tinggi.

Akan tetapi, polusi udara di dalam ruangan, diakibatkan udara kotor dari bahan bakar untuk memasak dan menghangatkan, bisa memicu risiko lebih tinggi. Berkontribusi terhadap kematian anak sebanyak 62%.

4. Studi menunjukkan mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi paparan terhadap bakteri sekaligus risiko pneumonia hingga 50%.

BACA JUGA:  Fakta Tentang Nikotin Yang Perlu Kita Tahu

Sebagai pencegahan, memastikan asupan gizi anak terpenuhi, mengurangi faktor risiko dari polusi udara (yang membuat paru-paru lebih rentan infeksi) serta menerapkan praktik hidup bersih.

[quads id=8]

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer