Fakta Joe Biden, Capres As yang Mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW 

www.krjogja.com

Joe Biden namanya tenar setelah dalam pidatonya di konferensi virtual yang digelar organisasi muslim terbesar di Amerika Serikat. Pada konferensi yang dilaksanakan pada Juli 2020 oleh organisasi Emgage Action itu dia mengutip hadits yang berbunyi. "Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tanganmu, jika tidak sanggup lakukanlah dengan lisanmu, jika tidak mampu, ubahlah dengan hatimu ". Kemudian ditambahkan bahwa Presiden Donald Trump jangan sampai berkuasa di Pilpres AS berikutnya.

Selain itu Joe Biden mengkritik tindakan Presiden Donald Trump yang melarang penduduk dari negara mayoritas beragama Islam dilarang berkunjung ke Amerika Serikat. Tidak hanya mengajak muslim Amerika Serikat memilih dirinya, dia juga berjanji akan mencabut aturan pelarangan negara mayoritas beragama Islam untuk berkunjung ke Amerika Serikat.

Joe Biden mengutip hadits Nabi Muhammad bertujuan untuk menggulung kekuatan muslim di Pilpres AS tanggal 3 November 2020 kelak. Joe Biden sendiri sebelumnya adalah wakil presiden dari Presiden Barrack Obama yang kini maju jadi Capres AS dari Partai Demokrat. Dia sendiri adalah rival berat Presiden Donald Trump yang merupakan petahana di Pilpres AS kelak. Kedua pihak saling melempar kritik demi mendulang suara.

urbanmilwaukee.com

Saling kritik terbaru adalah perilaku Presiden Donald Trump yang bersikap acuh terhadap penyebaran Virus Corona di Amerika Serikat. Tidak heran sikapnya itu membuat Joe Biden menilai Presiden Donald Trump sangat bodoh. Hal itu diucapkan pasca Presiden Donald Trump terlihat pidato tanpa menggunakan masker. Dia sendiri membela diri bahwa dirinya bila di muka umum menggunakan masker. Namun saat berbicara di depan kamera dia menanggalkan maskernya.

Saling serang kedua terjadi saat Presiden Donald Trump memerintahkan agar pengujian spesimen Covid-19 di Amerika diperlambat. Tujuannya agar tidak meningkatkan jumplah angka positif Corona. Sehingga tidak perlu tes massal secara masif dan massal. Ucapan Presiden Donald Trump itu diucapkan saat kampanyenya di Kota Oklahoma.  Menanggapi pendapat Presiden Donald Trump itu pihak Joe Biden segera menanggapi dengan nada berbeda.

Joe Biden segera menanggapi bahwa dia ingin mempercepat dan memperbanyak tes massal Virus Corona. Kemudian mengisolasi dengan protokol kuat sehingga menyelesaikan kasus Virus Corona di Amerika.  Menurutnya Presiden Donald Trump menempatkan kepentingan politik di atas keselematan rakyat Amerika. Karena Corona telah Membunuh 120 ribu orang Amerika. Bila tidak dilakukan tes massal angka itu akan bertambah.

Begitu pula saat Presiden Donald Trump dimakzulkan DPR AS pada Desember 2019 tahun lalu. secara resmi Presiden Donald Trump berkata bahwa upaya pemakzulan yang gagal ini adalah bunuh diri bagi politik di Amerika. Dalam pernyataanya Presiden Donald Trump berkata bahwa pemakzulan ini tanpa hukum namun dia berhasil lari dari upaya ini. Menurut Joe Biden memang pantas Presiden Donald Trump dimakzulkan. Karena dia menyalahgunakan kekuasaan, melanggar sumpah jabatan dan mengkhianati bangsa Amerika Serikat.

Yang kontroversial saat Joe Biden pada Senin 24 November 2016 berkata. Bila dia dan Presiden Donald Trump masih SMU dia akan mengajaknya ke belakang gedung untuk bertinju. Menanggapi hal itu Presiden Donald Trump tidak mau kalah. Dia juga akan meladeni tinju dengan senator yang lama berkuasa di negara bagian itu.

Sebagai catatan baik Presiden Donald Trump maupun Joe Biden mempunyai catatan buruk dalam kehidupan mereka yang mencuat di publik. Joe Biden tersandung anaknya yang bernama Hunter Biden dimana dia menempati posisi sebagai direktur di perusahaan Burisma. Yakni perusahaan gas yang berbasis di Ukraina saat Joe Biden menjadi wakil presien. Untuk Presiden Donald Trump sendiri adalah upaya pemakzulan karena dirinya diduga. Melakukan skandal percakapan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Dalam percakapan itu Presiden Donald Trump meminta agar presiden Ukraina itu menyelidiki Joe Biden. Agar Joe Biden tersandung masalah hukum sehingga pesaingnya itu tidak maju di Pilres AS.

Komentar