Warnabiru.com – Pihak FBI (Biro Investigasi Federal) di Amerika Serikat menangkap tiga warga China atas dugaan manipulasi visa untuk kegiatan spionase.
Diduga mereka adalah tentara militer China yang ditugaskan menjadi mata – mata di Amerika Serikat.
Mereka menggunakan visa peneliti untuk bisa masuk ke wilayah Amerika Serikat. Tidak hanya itu FBI berupaya menangkap satu lagi tersangka namun dia bersembunyi di Konsulat Jendral China di Houston.
Akhirnya pada Jumat 27 Juli agen FBI berhasil memasuki kompleks Konsulat Jendral Houston untuk menangkap satu warga China tersebut.
Setelah insiden itu Amerika Serikat memerintahkan penutupan fasilitas Konsulat Jendral China di Houston.
Dalam penjelasannya pihak Amerika mengatakan bahwa warga Cina yang melarikan diri ke Konsultan Jendral di Houston itu bernama Tang Juan.
BACA JUGA: Fakta Joe Biden, Capres As yang Mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW
Dalam wawancara visanya dia mengatakan hendak melakukan penelitian di Amerika, dia tidak mengakui pernah bekerja sebagai militer di China.
Namun ditemukan bukti bahwa dia peneliti di Universitas Kedokteran Militer Angkatan Udara Tiongkok dengan posisi masih aktif. Sedangkan ketiga rekannya diduga sebagai salah satu jaringan yang membantu Tang Juan untuk melakukan kegiatan mata – mata di Amerika.
Seakan tidak mau kalah dengan Amerika, pihak China pun kini memerintahkan untuk menutup Konsulat Jendral Amerika di Chengdu untuk menghentikan segala kegiatan.
Pihak China secara resmi mengatakan penutupan Konsulat Jendral Amerika di Chengdu merupakan respon atas tindakan Amerika di Houston.
Perselisihan antara Amerika dengan China terkait spionase tidak hanya terjadi kali ini saja. Setidaknya terdapat dua peristiwa terkait spionase di kedua pihak.
Yang pertama saat China mengeksekusi atau memenjarakan 20 mata – mata badan inteljen Amerika (CIA) di China.
Informasi yang bocor tahun 2017 menjelaskan banyak mata – mata Amerika di China menghilang sejak awal tahun 2011.
Bahkan dilaporkan seorang mata – mata ditembak di sebuah lapangan dekat gedung pemerintahan China, tujuannya sebagai peringatan kepada mata – mata yang lain.
Di tubuh pemerintahan Amerika sendiri masih terdapat pendapat mengapa para mata – mata bisa tertangkap.
Entah karena kecerobohan mata – mata itu sendiri atau karena kemampuan China menempus CIA.
Begitu pula dengan Amerika Serikat yang melakukan pengusiran terhadap diplomat China pada akhir September 2020. Menurut Amerika diplomat itu adalah perwira inteljen yang melakukan kegiatan mata – mata terhadap instalasi militer di Virginia.
BACA JUGA: Selain Hongkong Inilah Daftar Negara Tetangga Yang Berkonflik Dengan Cina
Diplomat itu dengan istrinya pergi ke pos pemeriksaan instalansi militer dekat Norfolk, Virginia. Karena tidak memiliki izin masuk penjaga meminta agar diplomat tersebut keluar dari tempat itu.
Namun dia tetap melanjutkan perjalanan dengan tetap mengarahkan mobilnya ke dalam pangkalan.
Penjaga segera mengejarnya dan berhasil menghentikan mobil diplomat itu dengan cara dihadang menggunakan truk pemadam kebakaran.
Dalam pembelaan dirinya dia mengatakan tidak memahami instruksi dari penjaga.
Namun Amerika menyangsikan keterangannya, kemungkinan besar diplomat China hendak menguji langkah – langkah keamanan pangkalan militer itu.
