Diduga Oknum Anggota TNI AU dan AL Terlibat Perusakan di Polsek Ciracas

www.beritamerdekaonline.com

Warnabiru.com Terdapat fakta baru dalam penyerangan Polsek Ciracas pada Sabtu, Agustus 2020. Yakni adanya dugaan oknum anggota TNI AU dan AL yang terlibat.

Hal tersebut dibenarkan oleh Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom), Mayjen TNI Eddy Rate Muis, dalam konferensi persnya di pusat Polisi Militer Angkatan Darat, Jakarta. "Ada satu orang dari oknum prajurit (TNI) Angkatan Udara dan tujuh dari oknum (TNI) Angkatan Laut," ucap Mayjen Eddy Rate Muis.

Tuduhan keterlibatan kedelapan oknum TNI dari matra angkatan udara dan angkatan laut itu berdasarkan keterangan saksi, analisa alat komunikasi dan pemeriksaan digital forensik.

"Tidak hanya matra darat (AD) tapi ada juga beberapa matra lain yang ikut. Ada juga foto - foto yang jelas memperlihatkan di luar dari matra darat. Ini sedang diteliti dan dipelajari," jelas Mayjen Eddy Rate Muis.

Untuk Prada MI yang diduga menyebarkan berita hoaks bahwa dirinya dikeroyok dan pengeroyoknya menyebut menghina TNI, kondisinya masih dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan tunggal yang dia alami.

"Terkait bagaimana proses Prada MI, peningkatan status Prada MI, sampai sekarang sudah dimintai keterangan terkait hukum ke arah sana, tapi pengingkatan status Prada MI sampai sekarang belum ditetapkan (tersangka), karena alasannya masih dalam perawatan kesehatan di rumah sakit," ucap Komandan Polisi Militer (Danpom) Kodam Jaya, Kolonel CPM Andrey Swatika Yogaswara.

Dijelaskan oleh Komandan Polisi Militer (Danpom) Kodam Jaya, Kolonel CPM Andrey Yogaswara, tersangka akan dikenai pasal perusakan barang. Yakni Pasal 170 KUHP dan pasal 406 KUHP.

Dimana pasal 170 berisi penjelasan perusakan barang di muka umum dan dilakukan bersama - sama dengan ancaman penjara lima tahun delapan bulan.

Sedangkan pasal 406 KUHP berisi penjelasan ancaman penjara dua tahun delapan bulan bali pelaku perusakan barang yang dilakukan sendirian.

Kasus ini berawal Penyerangan Polsek Ciracas pada Sabtu, 29 Agustus 2020, oleh massa yang berjumplah 100 menyerang bangunan, kendaraan,personil kepolisian setempat, warga sipil dan beberapa properti milik warga sipil seperti mobil dan tempat jualan pedagang.

Penyerangan ini terjadi  karena seorang TNI menyebar isu bahwa dirinya dikeroyok. Ternyata pernyataan Prada MI berbohong karena sebenarnya dia mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, di pertigaan lampu merah Arundina.

Kemudian Prada MI menyebar berita hoaks bahwa dirinya korban pengeroyokan. Ditambah pelaku penyeroyokan menyampaikan kalimat kotor tentang institusi TNI. Hal tersebut membangkitkan emosi sehingga dengan jiwa korsa berlebihan dan tidak terkendali. Akibatnya terjadi peristiwa perbuatan tidak terpuji tersebut.

Pihak Angkatan Darat yang diwakili oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jendral Andika Prakasa berkomitmen akan menyelidiki kasus perusakan Polsek Ciracas yang dilakukan anggotanya. Dimana mereka yang terlibat akan diberi hukuman berat maksimal pemecatan dan ganti rugi atas perbuatan mereka.

Update terbaru dari hasil pemeriksaan sebanyak 29 anggota TNI yang terlibat penyerangan itu ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan. Pihak Prada MI yang menyebarkan berita hoaks juga disorot, namun belum dilakukan penahanan karena masih dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan tunggal yang dia alami.