Pasca Penyerangan Polsek Ciracas, Ada Rencana Akan Dipindah

megapolitan.kompas.com/

Warnabiru.com - Pasca penyerangan terhadap Polsek Ciracas pada Sabtu, 29 Agustus 2020, berbuntut panjang. Salah satunya ada rencana untuk memindahkan Polsek Ciracas ke lokasi lain.

Kabar ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Polda Metro Jaya, Kombes Albertus Sampe Sitorus." Ya semua orang juga tahu (Gedung Polsek Ciracas sudah diserang sebanyak dua kali)," ucapnya saat berkunjung ke Polsek Ciracas pada Jumat, 4 September 2020.

Alasan mengapa dirubah karena bangunan tersebut sudah tua dan sering terbakar. Bahkan pondasinya sudah tua karena sejak tahun 1989. "Sudah 31 tahun kan ? Sudah dua kali juga terbakar. Pondasi tidak ganti - ganti. Rawan enggak ? Rawan kan." Tandas Kombes Albertus Sampe Sitorus.

Selain itu Polsek Ciracas saat ini terlalu dekat dengan Polsek Kramat Jati. Sehingga jangkauannya terlalu jauh untuk masyarakat Kecamatan Ciracas yang hendak ke Polsek Ciracas. "Jaraknya cuma 300 meter antara Polres Ciracas dengan Polsek Kramat Jati. Sedangkan pusat kecamatan berada di tengah. Kasihan masyarakat terlalu jauh untuk ke sini." Jelas Kombes Albertus Sampe Sitorus.

Untuk itu pihak Polda Metro Jaya akan melakukan survai terlebih dahulu. Kemudian akan bekerja sama dengan Pemkot Jakarta terkait gedung baru yang akan dibangun. "Kalau lokasi sudah cocok, saya kira pembangunan bisa dilakukan pada 2021," kata Kombes Albertus Sampe Sitorus.

Seperti diketahui bahwa penyerangan Polsek Ciracas pada Sabtu, 29 Agustus 2020, dilakukan massa yang berjumplah 100 orang. Penyerangan ini terjadi  karena seorang oknum TNI menyebar isu bahwa dirinya dikeroyok. Ternyata pernyataan Prada MI berbohong karena sebenarnya dia mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, di pertigaan lampu merah Arundina.

  Kemudian Prada MI menyebar berita hoaks bahwa dirinya korban pengeroyokan. Ditambah pelaku penyeroyokan menyampaikan kalimat kotor tentang institusi TNI. Hal tersebut membangkitkan emosi sehingga dengan jiwa korsa berlebihan dan tidak terkendali. Akibatnya terjadi peristiwa yang memalukan institusi TNI AD tersebut.

Selain melakukan perusakan terhadap Polsek Ciracas mereka juga melakukan sweeping terhadap pengguna jalan, akibatnya banyak warga sipil menjadi korban. Secara acak mereka merusak mobil dengan bringas. Menyerang dengan linggis dan besi sehingga kendaraannya ringsek. Tidak hanya itu salah satu gerombolan brutal itu mengancam menggunakan pistol.

Bahkan adapula warga sipil lainnya yang berjualan kopi ditusuk oleh gerombolan ini. Akibatnya dia harus mendapatkan 10 jahitan. Bahkan rekannya yang bekerja sebagai penjual nasi goreng juga mendapatkan tusukan yang sama. Namun kondisinya lebih parah karena mendapatkan 20 jahitan.

Sebagai bentuk tanggung jawab pihak TNI AD yang diwakili  Kepala Staf Angkatan Darat, Jendral Andika Prakasa berkomitmen akan menyelidiki kasus perusakan Polsek Ciracas yang dilakukan anggotanya. Dimana mereka yang terlibat akan diberi hukuman berat maksimal pemecatan dan ganti rugi atas perbuatan mereka.

Update terbaru dari hasil pemeriksaan sebanyak 29 anggota TNI yang terlibat penyerangan itu ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya, Guntur, Jakarta Selata. Selain itu terdapat dugaan adanya oknum TNI dari matra angkatan laut dan angkatan udara yang terlibat.