Surabaya – Saat seseorang melakukan ibadah puasa Ramadhan, menahan haus dan lapar dari pagi hari hingga Maghrib tiba. Membuat asam lambung naik karena tidak ada makanan yang dapat diproses oleh cairan tersebut.
Untuk itu, dr Muhammad Miftahussurur MKes SpPD PhD Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Unair menambahkan.
Asam lambung kerap naik saat puasa yang disebabkan perut dalam keadaan kosong. Hingga dapat menimbulkan rasa sakit dan nyeri pada perut, tak pelak efek tersebut lumayan mengganggu aktivitas sehari-hari.
[quads id=8]
Dokter Miftah juga menyarankan untuk memperhatikan 3J (jenis, jumlah dan jadwal), dalam memilih makanan untuk berbuka ataupun sahur.
“Sering saya anjurkan kepada pasien untuk yakin, berpuasa akan dapat, mengurangi atau bahkan menyembuhkan keluhan gangguan lambung. Asal, dilakukan dengan sebenar-benarnya sesuai anjuran,” ujar dokter Miftah seperti dilansir dari laman Unair, Selasa (5/4).
Disebutkan pula, Agama Islam, telah menuntun umatnya agar berpuasa dengan baik dan benar.
[quads id=8]
Semisal, pada saat berbuka, dahulukan takjil sebagai makanan pembuka, agar tidak memberikan tekanan berlebih pada lambung yang telah beristirahat sekian lama.
Dilanjutkan dengan makan besar yang tidak terlalu kenyang dan ditutup dengan sahur.
“Rutinitas seperti itu kerap jadi permasalahan. Seperti tidak sahur, makan sebelum tidur, menyebabkan kambuhnya gangguan lambung,” tandas dokter Miftah.
[quads id=8]
Di sisi lain, ada beberapa jenis makanan tertentu yang dapat mempengaruhi kinerja lambung.
Misal makanan pedas dan asam (kecut) yang dapat memberikan iritan secara langsung kepada lambung.
Selain itu, susu dan santan juga dapat memperlambat peristaltik usus untuk mengosongkan makanan.
[quads id=8]
“Kita juga mengenal makanan yang dapat menghasilkan banyak gas. Orang Jawa mengenalnya dengan sebutan polo pendem seperti kacang-kacangan, ketela dan sebagainya. Oleh karena itu komposisi makanan saat berbuka atau sahur jadi sangat berpengaruh. Penting juga mengkonsumsi sayur, buah serta minum air yang cukup,” lanjutnya.
Urusan serat, dianjurkan untuk mengunyah lebih lama. Dalam agama, dianjurkan untuk mengunyah diatas 30 kali agar lambung tidak bekerja terlalu keras, terutama pada saat berpuasa.
Terakhir disampaikan, agar berpuasa sesuai dengan esensi yang telah dianjurkan oleh agama. “Atur pola makan, hindari kondisi stres, dua cara tersebut dapat mengatasi gangguan lambung saat berpuasa,” pungkasnya.
[quads id=8]
