Ustad Abdul Somad Dijaga Saat Ceramah di Lampung Pasca Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Cnnindonesia.com

Warnabiru.com - Dalam sebuah ceramah yang diisi oleh Ustad Abdul Somad (UAS) terlihat dirinya dijaga personil TNI. Hal tersebut dijelaskan secara langsung oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

"Memang kebetulan salah satu dari TNI mengundang beliau juga. Jadi sekalian jalan, itu sebenarnya ada undangan dari TNI AL, yaitu di daerah Pesawaran. Jadi sekalian jalan mereka bersinergi membantu Polri," jelas Kombes Zahwani Pandra Arsyad pada Sabtu, 26 September 2020, seperti yang diberitakan oleh detik.com.

Terdapat lima titik lokasi ceramah UAS di Lampung yang dimulai dari Jumat, 25 September 2020. Mencegah terjadi peristiwa sama seperti yang dialami Syekh Ali Jaber dilakukanlah pengamanan terhadap UAS saat berceramah. Sekaligus untuk mendisiplinkan para jamaah agar disiplin menghindari penyebaran Covid-19.

"Sekaligus (penjagaan UAS pasca peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber). Dulu kan juga gitu waktu Syekh Ali Jaber kan juga gitu (dijaga). Jadi peranan Gugus Tugas juga disitu, untuk jangan sampai orang berkumpul. Kita menerapkan apa yang menjadi Maklumat Kapolri. Jadi unsur TNI dan Polri setiap ada keramaian masyarakat itu harus ada upaya pendisiplinan," jelas  Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Dijelaskan lebih lanjut oleh  Kombes Zahwani Pandra Arsyad. Setiap ada kegiatan baik keagamanan maupun Pilkada di Lampung. Pihaknya menerjunkan 150 personelnya untuk melakukan pengamanan.

"Semua kegiatan ( dijaga) komitmen bersama, semua kegiatan keagamaan siapa pun juga uang ada di sini merupakan tanggung jawab wilayah untuk melakukan pengamanan. Itu sebenarnya ada undangan dari TNI AL, yaitu di daerah peswaran. Jadi sekalian jalan, mereka bersinergi membantu Polri, ada undangan juga dari institusi TNI," jelas  Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Berkat kesigapan aparat kepolisian setiap kegiatan yang dijaga aparat Kepolisian Polresta Bandar Lampung dapat berjalan aman.

"Alhamdulilah aman - aman saja sampai saat ini. Polresta Bandar Lampung sudah mengerahkan, artinya setiap kegiatan terutama Sabtu - Minggu lebih dari 150 personel disebar disitu. Apalagi sekarang dalam rangka sudah kampanye Pilkada," jelas  Kombes Zahwani Pandra Arsyad .

Seperti diberitakan sebelumnya pendakwah Syekh Ali Jaber mengalami kejadian naas yakni ditusuk saat berdakwah di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, pada Minggu, 13 September 2020.

Pendakwah itu ditusuk oleh orang yang tidak dikenal menggunakan senjata tajam. Saat itu pelaku menghampiri Syekh Ali Jaber dari sebelah kanan, kemudian menyerang Syekh Ali Jaber. Namun pendakwah itu sempat menangkis sehingga terkena lengan sebelah kanan.

Dari pemeriksaan sementara alasan mengapa AA melakukan tindakan menusuk  Syekh Ali Jaber karena merasa dihantui.

Terkait peristiwa naas yang dialaminya menurut  Syekh Ali Jaber tindakan tersangka sangat terlatih. Sehingga pendakwah itu berkesimpulan kemungkinan ada pihak yang menjadi dalang atas peristiwa tersebut.

Tersangka dijerat Pasal 34 KUHP junto Pasal 53 tentang percobaan pembunuhan berencana dengan ancaman penjara 15 tahun. Selain itu pihak kepolisian juga menerapkan pasal subsider atau pasal pengganti terhadap tersangka yakni. Pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman penjara 5 tahun.

Tidak hanya itu tersangka juga dijerat pasal subsider lainnya yakni tentang undang - undang darurat. Tepatnya Undang - Undang Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 Tentang Undang - Undang Darurat dengan ancaman penjara maksimal 18 tahun