Sudah Tua Serta Mengakui Kesalahannya Motif Ahok Ingin Mencabut Laporan Penghinaan Dirinya

Suara.com

Warnabiru.com - Basuki Thajaja Purnama atau lebih dikenal Ahok berbesar hati untuk memaafkan tersangka yang mencemarkan nama baiknya di media sosial. Hal tersebut ditunjukkan inisitif mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu dengan keinginan mencabut berkas laporannya di Polda metro Jaya.

Dilansir dari detik.com alasan mengapa Ahok ingin mencabut berkas laporannya karena tersangka sudah tua dan menyadari kesalahannya.

"(Tersangka) sudah tua dan sudah sadar salah saja. Kasihan," jelas Ahok pada Sabtu, 26 September 2020.

Oleh karena itu lewat pengacaranya Ahmad Ramzy, pihaknya telah berkonsultasi untuk mencabut berkas aduannya di Polda Metro Jaya pada Kamis, 24 September 2020.

"Iya betul, kami berkonsultasi dengan penyidik cyber terkait teknis pencabutan laporan polisi," jelas Ahmad Ramzy pada Jumat, 25 September 2020.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Dimana Ahok berencana untuk melakukan perdamaian dengan ketiga tersangka yakni KS dan EJ.

"Memang ada wacana mereka mau damai," jelas Kombes Yusri Yunus pada Rabu, 16 September 2020.

Dalam perdamaian itu pihak Ahok telah bertemu dengan kedua tersangka. Dimana kedua tersangka meminta maaf secara langsung kepada Ahok dan keluarganya atas perbuatan mereka yang mencemarkan nama baik Ahok serta keluarganya.

Sebagai bentuk keseriusan kedua tersangka berencana melakukan inisiatif untuk mengklarifikasi perbuatan mereka di media sosial terkait fitnah terhadap Ahok dan keluarganya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya kasus berawal dari adanya dua akun yang mencemarkan nama baik Ahok dan keluarganya yang berjalan sejak akhir tahun 2019 lalu.

Tersangka KS menggunakan akun Instagram dengan nama @ito.kurnia sedangkan tersangka EJ menggunakan akun Instagram dengan nama @an7a_s679 .

Atas kejadian itu Ahok membuat laporan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/2885/V/YAN25/2020/SPKT PMJ pada 17 Mei 2020. Kedua tersangka dilaporkan karena melakukan penghinaan terhadap Ahok dan keluarganya. Berupa tulisan dan gambar yang dikirimkan melalui Instagram. Sehingga tersangka dikenai UU IT tentang pencemaran nama baik.

Setelah diselidiki oleh pihak kepolisian ternyata kedua pelaku berbeda wilayah. Tersangka pertama bertempat tinggal di Bali sedangkan tersangka kedua bertempat tinggal di Sumatera Utara