Warnabiru.com – Seorang pemilik mobil merasa diketok harga saat dirinya melakukan tambal ban mobilnya. Akun instagram bernama @chieagoestine merasa dongkol dan kecewa karena harus membayar tambal ban silikon Rp 600 ribu. Hal itu dibuktikan dengan upload kuitansi tambal ban seharga Rp 600 ribu.
Semakin tambah jengkel wanita bernama Agustine itu saat komplain lewat Whatsap dengan jawaban tukang tambal ban itu. Yakni menjawab sudah dirapikan tapi kok tetep menggerutu. Kontan postingan tentang tambal ban yang terletak di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi itu menjadi viral. Dari penjelasan tukang tambal ban bernama Eko itu mengaku bahwa harga Rp 600 ribu cukup lumrah, karena kondisi kerusakan ban cukup parah serta tambal ban silikon standarnya memang segitu. Sebab peralatan dan cara yang digunakan canggih serta perlu kehati – hatian tingkat tinggi. Untuk alasan tidak memberikan sosialisasi harga sebelumnya karena kondisi saat itu ramai sehingga tidak sempat.
Ternyata kasus konsumen yang merasa diketok harga mahal oleh pedagang tidak hanya dialami konsumen tambal ban silikon di Banyuwangi itu saja. Karena sebelumnya banyak cerita tentang konsumen yang merasa dikerjain oleh pedagang – pedagang. Yang mayoritas adalah konsumen yang makan di warung – warung.
BACA JUGA: Sisi Lain Walikota Surabaya Risma yang Viral Karena Sujud Kaki ke Dokter
1.Ban dalam motor seharga Rp 85 ribu
foto: detik.com
Standar harga ban dalam motor berkisar antara Rp 35 hingga Rp 45 ribu. Namun ternyata ada pula yang menjual dengan harga Rp 85 ribu ! Fantastis tentunya. Pengalaman ini dialami oleh seorang ojol yang mengalami bocor ban di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Berhubung ojol itu membawa penumpang maka dia berinisiatif ganti ban saja agar penumpang tidak menunggu lama. Betapa kagetnya saat diberi tahu harga ban dalam motornya seharga Rp 35 ribu. Merekapun berdebat sedangkan si pemilik tambal ban merasa itu adalah harga wajar. Agar tidak ada masalah ojol itupun mendorong motornya dan mencari tempat lain. Hasilnya dia menemukan tempat tambal ban dengan harga ban motor dalam seharga Rp 45 ribu.
2.Seafood di Kepulauan Riau
www.batamnews.co.id
Lebaran seringkali dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga jualan mereka. Alasannya karena saat itu harga bahan baku naik. Namun tidak jarang ada pedagang menaikkan harga dagangannya hingga 50 %. Peristiwa itu dialami warga Tanjungpinang yang makan di restoran seafood di Bintan, Kepulauan Kepri.
Secara logika seafood yang dekat dengan laut akan lebih murah karena tidak kena biaya transportasi. Tapi lucunya disini menjadi sangat mahal. Bahkan nota yang digunakan terkesan dibuat asal – asalan. Karena tulisannya acak – acakan.
tirto.id
Puncak Pas di Jawa Barat adalah salah satu kawasan favorit pelancong yang datang ke Jawa Barat. Tidak heran banyak pelancong berjalan – jalan kesana untuk menghirup udara segar sambil menikmati pemandangan perkebunan the yang segar. Untuk urusan makan juga sudah tersedia dengan baik karena disana banyak warung makan di sekitar jalan. Menyediakan mie intan, jagung bakar dan nasi rames.
Apapun itu alasannya kamu harus menanyakan dulu harga makanan disana. Bila tidak kamu akan merasa diketok harga. Seperti yang dialami nitizen bernama Krastien. Dengan menu sederhana seperti indomie, telor ceplok dan jagung dia habis Rp 245 ribu ! Mengerikan. Saat ditanya mengapa mahal penjual berdalih dia hanya penjaga warung dan warungnya lebih murah daripada warung lainnya. Nasib sama juga dialami Lili saat itu demi sebuah telor ceplok dia harus merogoh kocek sebesar Rp 17 ribu. Nominal kecil tapi cukup tidak wajar untuk harga satu telor ceplok. Kelemahannya karena saat itu sedikit warung yang mencamtumkan harga. Sampai kapan seperti ini ?
4.Makan seafood di Pantai Bandengan
Foto: www.suara.com
Seorang nitizen bernama Azizatun berlibur ke Pantai Bandengan yang terletak di Jepara. Dia membeli makanan seafood di warung gazebo milik Ibu Riyanti. Dia merasa diketok harga oleh penjual pasalnya harga yang dia dapat cukup fantastis. 2 teko es jeruk seharga Rp190 ribu, 2 teko es teh seharga Rp90 ribu, 1 teko teh hangat Rp49.500, 3 kerang tumis Rp195 ribu 20 ikan kakap Rp1,2 juta, 2 ikan kerapu Rp250 ribu, 4 bakul nasi Rp238 rib,u1 rokok LA Rp23 ribu, 1 teko es jeruk Rp59.500. Semuanya ditotal mencapai Rp. 2.3 juta.
Tidak heran dengan harga fantastis ini banyak nitizen tidak percaya. Postingan di media sosial yang sudah dibagikan sebanyak 319 ini banyak mendapatkan komentar. Seperti komentar dari Topan Djaoehary yang merasa malu sebagai warga Bandengan apabila berita itu benar dan nyata. Sedangkan nitizen bernama Yusi Ana mengaku takut makan seafood di area dalam Pantai Bandengan karena takut dengan harganya yang mencekik. Pihak Pemkab Jepara sendiri melakukan upaya pembinaan terhadap pedagang disana dengan cara mewajibkan memasang daftar harga. Bila tidak akan diancam cabut ijin sewa lahannya.
5.Warung Lamongan di Slawi, Tegal
regional.kompas.com
Warung lesehan Lamongan milik Ibu Anny di Tegal viral pada Mei 2019. Berawal dari pembeli yang membagikan kisahnya saat membeli makanan di warung itu. Dia memesan dua seafood dan dikenai harga Rp 700.000. Atas hal itu pembeli merasa diketok harganya karena dinilai terlalu mahal kemudian share ke Facebook. Dampaknya warung yang sudah jualan selama 10 tahun itu menjadi sepi.
Dalam pembelaannya Ibu Anny mengaku bahwa si pembeli itu memesan beraneka ragam seafood seperti udang, cumi dan kepiting dua porsi untuk dua orang. Dia menghidangkan udang windu, kepiting telur dan cumi besar – besar. Dimana kepiting itu seberat 2 kilogram. Jadi prinsip yang digunakannya adalah ada harga ada barang. Dia menyayangkan hal itu kemudian dishare Facebook atas nama @Tijee Uyee Slalu dan akun Instagram @makasar_iinfo. Pemilik warung yang terletak di pinggir Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Slawi, Tegal. Mengaku bahwa beberapa waktu lalu sempat viral dengan kasus yang sama juga. Namun dia hanya pasrah meskipun dituduh menggetok harga konsumen saat momen musim mudik lebaran.
6.Warung lesehan Malioboro
www.hipwee.com/
Malioboro selalu dikenal sebagai kawasan romantis. Sehingga siapapun yang datang kesana bersama pasangannya selalu ingin kembali kesana. Namun pada Mei 2017 seorang nitizen harus kehilangan momen romantisnya. Karena saat membeli makanan di lesehan Malioboro merasa diketok harga. Dia mengugah foto nota pembayaran makanan di lesehan Malioboro di grup Facebook Info Cegatan Jogja.
Dia merasa diketok harga yang cukup kelewatan. Dengan harga tiga porsi bebek goreng seharga Rp 96 ribu, Ayam. Goreng empat porsi seharga Rp 120 ribu, Nasi Gudeg Auam dua porsi seharga Rp 90 ribu, Nasi putih tujuh porsi seharga Rp 80 ribu, Teh manis panas empat porsi seharga Rp 32 ribu, Es lemon tea seharga Rp 9 ribu dan Es jeruk dua porsi seharga Rp 18 ribu. Total Rp 445 ribu ditambah PPN Rp 45 ribu sehingga total Rp 490 ribu.
Tidak heran banyak warga Yogyakarta merasa kesal dengan viralnya pemberitaan ini. Sehingga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X berkomentar. Sebaiknya jangan seenaknya menaikkan harga di musim lebaran. Karena tentunya merusak citra pariwisata Yogyakarta. Pihak UPT Malioboro juga bertindak yakni menutup lesehan itu tanggal 27 Juni 2017.
Replica watches uk for men and women, are ideal gifts to your family. Also shop for watches at best prices on our website!
Buy replica watches, browse all collection and choose your one!
Watchesfromme.co.uk has the replica rolex watches, with 70% discount and free shipping, fake watches are also cheap and high quality.