Oposisi Belarus Mendapatkan Nobel Alternatif Tahun 2020

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com – Ales Bialisatski adalah oposisi Belarus yang mendapatkan hadian nobel alternatif tahun 2020 dari Yayasan Right Livelihood Awards di Stockhlom, Swedia.

Pejuang hak asasi manusia berusia 58 tahun itu getol menyuarakan perjuangan HAM di Belarus. Hal tersebut dilakukan saat Belarus masih bergabung dengan Uni Soviet hingga memisahkan diri menjadi negara sendiri.

Saat masih bergabung dengan Uni Soviet, Ales Bialisatski mendirikan gerakan bawah tanah untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi Belarus. Akibat dari perlawanannya terhadap kebijakan ala Stalin di Belarus. Dirinya harus dipenjara sebanyak 25 kali, dimana penangkapannya dilakukan pasca mengorganisir aksi demonstrasi.

Pasca lepas dari Uni Soviet ternyata penindasan HAM di Belarus masih berlanjut. Presiden Alexander Lukhashenko masih menerapkan kebijakan ala Uni Soviet di Belarus.

Kemudian Ales Bialisatski mendirikan lembaga pusat HAM di Kota Viasna. Tujuan didirikan organisasi ini untuk membantu demonstran yang dipenjara karena memprotes kepeminpinan

Presiden Alexander Lukhashenko.
Namun organisasi itu sekarang menjelma menjadi organisasi oposisi yang melawan kediktatoran Presiden Alexander Lukhashenko.

Dengan cara kerja mendokumentasikan sikap sewenang – wenang Presiden Alexander Lukhashenko. Seperti pemantauan hasil Pemilu yang disinyalir curang hingga membela para demonstran yang ditangkap dengan cara brutal.

Terkait situasi di Belarus sendiri masih mencekam pasca demonstrasi besar – besaran menentang kepemimpinan  Presiden Alexander Lukhashenko.  Kondisi keamanan di Belarus kini dalam keadaan berbahaya. Karena di berbagai kota banyak terjadi demonstrasi menolak hasil Pemilu yang dianggap curang.

Dalam pemilihan presiden (pilpres) antara petahana Presiden Alexander Lukashenko melawan Svetlana Tikhnavskaya ini dimenangkangkan oleh Presiden Alexander Lukashenko.

Dimana presantase kemenangan presiden yang pro Rusia itu adalah 80 %. Oposisi dan rakyat  yang sudah muak dengan gaya kepemimpinan otorites Presiden Alexander Lukashenko menolak hasil pemilu itu dan mengadakan demonstrasi dimana – mana.

BACA JUGA:  Presiden Belarus Alexander Lukashenko Meminta Dukungan Presiden Vladimir Putin

Hasilnya demonstrasi yang terjadi dari awal Agustus 2020 ini berakhir ricuh. Banyak para demonstran yang ditangkap oleh pihak kepolisian. Untuk menghadapi deminstran para aparat polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata. Sedangkan demonstran melawan dengan lemparan batu.

Berita terbaru disebutkan Presiden Alexander Lukhashenko, meminta bantuan kepada Presiden Vladimir Putin pada Senin, 14 September 2020. bantuan Presiden Vladimir Putin penting bagi Presiden Alexander Lukhashenko. Karena bantuan ekonomi dan militer dari Rusia dapat menstabilkan kekuasaannya di Belarus.

Dengan bantuan ekonomi diharapkan dapat meminimalisir bentuk protes rakyat kepada Presiden Alexander Lukhashenko, yang kemudian ditunggangi para kaum oposisi. Bentuk bantuan ekonomi dari Rusia adalah merestrukturisasi hutang dan mendukung sistem perbankan Belarus.

Bentuk bantuan militer dari Rusia adalah membentuk pasukan polisi cadangan di perbatasan Rusia dengan Belarus atas permintaan Presiden Alexander Lukhashenko. Dimana pasukan polisi cadangan ini akan dikerahkan apabila keadaan membahayakan Presiden Alexander Lukhashenko.

More articles

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer