Manfaat dan Cara Membuat Herbarium Dengan Teknik yang Mudah

Source: floridamuseum.ufl.edu

Warnabiru.com - Herbarium atau herbaria merupakan spesimen tumbuhan obat yang dikeringkan beserta datanya untuk penelitian ilmiah. Istilah ini ditemukan dan digunakan Tunefor pada tahun 1700 untuk menyebut tanaman yang di awetkan.

Dilansir dari trikmerawat.com, experimen herbarium pertama kali dilakukan oleh Luca Ghini, seorang profesor botani di Bologna, Italia. Ia membuat percobaan dengan mengeringkan tumbuhan dibawah tekanan dan mencatatnya sebagai bahan penelitian.

Umumnya, herbaria dibuat dari spesimen tumbuhan yang telah menginjak usia tertentu. Spesimen yang dipilih juga harus dalam kondisi sehat, yakni tidak terserang hama dan tidak mengalami kerusakan secara fisik.

Manfaat Herbarium?

Source: phys.org

Dibidang saint dan penelitihan, Para ahli taksonomi dan bunga sering menggunakan spesimen dalam herbaria sebagai bahan referensi dalam menjabarkan takson tumbuhan. Data tersebut sangat penting untuk mendukung teori mereka.

Selain itu, herbaria digunakan untuk mendukung studi ilmiah lainnya seperti halnya survei ekologi, penghitungan kromosom, studi fitokimia, berperan dalam mengungkap kajian evolusi, serta melakukan analisa perbandingan biologi.

Dibalik fungsi dan kegunaannya yang sangat besar itu, herbaria membutuhkan perawatan khusus agar terhindar dari kerusakan.

Cara Membuat Herbarium

Source: floridamuseum.ufl.edu

Sebelum, membuat herbaria seseorang terlebih dulu harus mengenali jenis spesimen yang akan ia gunakan. Untuk umbuhan berhabitus dan semak, pembuatan herbaria diambil dari ujung batang, daun, bunga dan buah. Sedangkan tumbuhan berjenis herba akan diikut sertakan seluruh habitusnya.

Selain itu, mementukan objek juga perlu, misalnya herbarium basah atau kering. Karena keduanya memerlukan tata cara pembuatan yang berbeda. Berikut langkah pembuatannya:

Herbarium Basah

Cara Membuat Herbarium
Source: ugm.ac.id

Prosedur pengawetan herbaria basah dilakukan dengan memasukkan bagian tumbuhan pada larutan yang dianggap mampu memperpanjang usia, seperti alkohol atau larutan formalin. Pada tahap ini, peneliti dapat memanfaatkan toples, botol, atau wadah kaca untuk mempermudah proses pengawetan.

Setelah itu, masukkan spesimen tumbuhan yang hendak diawetkan pada media yang sudah disiapkan. Pastikan agar seluruh bagian tumbuhan lengkap. Kemudian, masukkan spiritus atau formalin sekitar 4 % dan alkohol dengan kadar 70% hingga menutupi keseluruhan bagian tumbuhan yang akan dibuat sebagai herbaria.

Selanutnya, tutup rapat media penyimpanan spesimen tumbuhan tadi dengan posisi kedap udara, agar terhindar dari proses penguapan.

Herbarium Kering

Source: Youtube.com

Pembuatan herbaria kering bisa dilakukan dengan 3 langkah, yaitu pengeringan langsung, bertahap dan bertingkat.

Metode pengeringan langsung

Metode pengeringan langsung bisa dilakukan dengan meletakkan Spesimen pada kertas koran, lalu di pres menjadi bagian yang pipih dan kering sampai kadar airnya hilang. Spesimen tadi kemudian diremas pada media yang digunakan dengan menyertakan bagian-bagian morfologinya dan identifikasi tumbuhan secara rinci.

Metode pengawetan bertahap

Pada metode pengawetan bertahap, Spesimen akan diawetkan dengan cara dicelup ke dalam air mendidih selama kurang lebih 3 menit. Kemudian dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran. Selanjutnya lipatan koran berisi spesimen ini akan di press dan dikeringkan dengan cara dijemur atau di oven. Metode ini diyakini memberi hasil yang lebih baik dari metode sebelumnya.

Metode pengawetan bertingkat

Pada metode pengawetan bertingkat, Spesimen akan dicelupkan pada alkohol bertingkat yang dimulai dari 30%, 50%, 75%, 90%, dan 96%. Tujuan untuk menghilangkan kandungan air yang dimiliki oleh spesimen.

Setelah proses ini, spesimen akan diletakkan pada kertas koran, lalu dibiarkan beberapa saat hingga kering, dipres, dan dijemur.

Demikian cara merawat tanaman herbarium yang bisa kalian coba. Selamat mencoba.