Warnabiru.com – Beresiko kehilangan kosakata lagu karena burung regent pemakan madu dewasa dari jenisnya semakin berkurang alias langka, jika di breakdown akan ketemu sebuah fakta yang berujung pada kepunahan spesies.
Hal mencengangkan tersebut merupakan hasil studi Ahli ekologi Ross Crates, usai mengamati dan menemukan data jika regent jantan di alam liar justru menirukan kicauan dari spesies yang berbeda.
Hingga akhirnya memantik minat Tom Batchelor yang menuliskannya di laman berita Inggris, independent (17/3) silam.
Bagi yang belum tahu, Tom menjelaskan jika regent honeyeater, ditemukan di daerah berhutan Australia tenggara dengan jumlah diperkirakan, 300 ekor saja.
Dilanjutkan pernyataan Dr Dejan Stojanovic, rekan Ross yang menyebutkan studi dilakukan terhadap 18 burung jantan atau sekitar dua belas persen dari total populasi.
[quads id=8]
Digambarkan, ketika tim datang saat masuk musim kawin, mendapati kenyataan betina menghindari bersarang dengan regent jantan yang menyanyikan lagu bukan dari ‘genre’ mereka sendiri.
Satu poin didapatkan, jika nada, kosakata atau lagu yang mereka perdengarkan bisa berpengaruh pada proses perjodohan.
Tentu saja, dengan adanya temuan membuat Dr Ross mengernyitkan dahi, karena untuk menemukan spesies tersebut, butuh perjuangan, seperti ‘mencari jarum pada tumpukan jerami’, karena memang regent honeyeater tergolong langka di habitatnya.
Sudah jumlahnya sedikit, karena lagu regent jantan bernyanyi dengan nada dari spesies mereka sendiri, betina ogah masuk sarang untuk kawin, padahal mereka burung dari jenis yang sama.
“Kami perhatikan dan catat dengan seksama, pejantan regent berkicau dengan lagu bukan kepunyaan mereka sendiri, sangat tidak biasa, jadi kami memutuskan untuk merekamnya,” ujarnya saat diwawancarai program BBC Radio 4 Today atas temuannya tersebut.
Akhirnya, setelah tim berhasil mengumpulkan data selama enam bulan, akhirnya berada pada kesimpulan jika kebiasaan bernyanyi dengan lagu lain jadi penyebab kenapa jenis mereka sangat jarang dijumpai.
Awal Mula Kehilangan Kosakata
Ada baiknya sobat warnabiru memahami, kenapa pejantan tadi bisa bernyanyi dengan warna yang berbeda, awal mulanya dari kebiasaan burung regent pemakan madu yang berkumpul saat musim dingin tiba dalam formasi kawanan besar.
Sepanjang awal musim mereka akan terbang saling berdampingan, regent junior masih didampingi burung dewasa namun setelahnya mereka akan berpisah, terbang sendiri sendiri tanpa ada kesempatan lebih lama untuk belajar kosakata yang seharusnya mereka dapatkan dari burung yang lebih tua.
Bantuan Tim Riset
Penyebab langkanya spesies regent honeyeater, selain ancaman kekeringan yang berdampak pada pada siklus pembungaan pohon lokal.
Peneliti yang resah dengan nasib kedepan mereka coba turut membantu dengan cara meletakkan cincin plastik pada pangkal pohon untuk mencegah cicak dan posum (marsupial asli Australia) mengganggu sarang.
Mereka juga bekerja sama dengan pihak pengelola kebun binatang setempat untuk mengajari jantan muda di penangkaran bernyanyi lagu yang ‘benar’ menggunakan audio dari dua burung jantan dewasa yang ditangkap di alam liar.
Sekaligus membandingkan kemampuan menirunya, apakah lebih cepat belajar dari rekaman atau yang asli.
[quads id=8]
