Izin Penggunaan Vaksin Merah Putih Diperkirakan Keluar Agustus 2022

Sedang Populer

Jakarta – Kepala Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM) Penny K. Lukito memperkirakan vaksin Merah Putih mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari BPOM pada Agustus 2022.

Vaksin ini dikembangkan oleh peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia

Hingga saat ini BPOM telah mengeluarkan 13 EUA untuk vaksin Covid-19. Di antaranya vaksin CoronaVac (Sinovac), vaksin Covid-19 Bio Farma, Astrazeneca, Sinopharm, Moderna, Comirnaty (Pfizer and BioNTech), Sputnik-V, Janssen Covid-19 Vaccine, Convidecia, Zifivax serta Covovax.

[quads id=8]

Penny menyebutkan vaksin Merah Putih Unair-Biotis ini sudah mencapai tahap uji klinis fase II untuk mengukur efektivitas vaksin, khasiat dan mutu.

Sejauh ini, uji klinis fase II tengah berlangsung dan berjalan lancar sehingga ditargetkan pada 28 Mei 2022 memasuki tahap ketiga.

“Vaksin Merah Putih dari Unair bekerja sama PT Biotis sudah uji klinis fase II, karena fase 1 berjalan dengan baik, begitu pula fase kedua dan akan menuju uji klinis fase III, 28 Mei 2022 dan berharap pada bulan Agustus sudah mendapatkan EUA,” ujar Penny dilansir dari laman Investor Daily, Jumat ((8/4) pada konferensi pers “Pendampingan Produksi Vaksin Zifivax” di PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia di Bogor, Jawa Barat.

[quads id=8]

Sebelumnya, uji klinis fase II mengikutsertakan 405 subjek yang akan dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok yang akan mendapatkan vaksin dosis 3 mcg dan 5 mcg serta vaksin kontrol yang akan diberikan dua kali suntikan dengan interval 28 hari.

Sementara itu, uji klinis fase III yang dijadwalkan per 28 Mei 2022 nanti untuk penentuan jenis sasaran kelompok usia.

[quads id=8]

 

BACA JUGA:  "Life is But a Dream" Film Pendek Yang Dibuat Menggunakan iPhone

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer