Gubernur Jateng dan Menko Polhukam Kritik Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal

Suara.com

Warnabiru.com - Pasca viralnya acara dangdutan yang digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Wasmad Edi Susilo. Dengan lokasi di Lapangan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 23 Agustus 2020. Banyak pihak yang mengkritiknya mulai dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, hingga Menko Polhukam, Mahfud MD.

Ganjar Pranowo merasa tindakan itu sangat tidak boleh dicontoh. Apalagi pihak penyelenggara notabene adalah salah satu wakil rakyat yang memimpin rakyat.

"Kalau seperti itu kan kebangetenlah, apalagi itu dilakukan oleh para pemimpin. Itu tidak memberikan contoh baik pada masyarakat," kata Ganjar Pranowo pada Kamis, 24 September 2020.

Pasca mendengar berita viralnya acara dangdutan di Tegal pihak Ganjar Pranowo segera menelepon Wali Kota Tegal, Dedi Yon Supriyono. Dimana dirinya tidak melarang acara pernikahan namun tidak boleh mengumpulkan massa. Karena ditakutkan akan menyebarkan Covid-19.

"Saya hanya sampaikan, ini butuh sensitivitas dari pemimpin. Kalau itu bisa dibatasi, enggak kita larang. Ayo beradaptasi. Tapi kalau seperti itu, liar dan didiamkan saja, ya kita namanya tidak bertanggung jawab. Pak Wali Kota tadi minta maaf pada saya," jelas Ganjar Pranowo.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam) Mahfud MD juga mengkritik acara dangdutan di Tegal tersebut. Hal itu terlihat  saat dirinya menjawab kicauan Twitter KH Mustofa Bisri dengan nama akun @gusmusgusmu.

"Rakyat, minimal yg diwakili NU dan Muhamamdiyah, telah meminta pemerintah menunda Pilkada serentak. Tapi pemerintah masih yakin dengan kemampuannya menjaga dan menanggulangi dampak pandemi. Kita khawatir yang yakin hanya yang di Atas sana. Di bawah seperti dlm berita ini?"

Kemudian Mahfud MD menjawab kicauan ulama itu dengan jawaban meminta Polri memproses hukum pidana pihak yang bertanggung jawab atas konser dangdut tersebut. Berikut isi jawaban akun Twitter milik Mahfud MD dengan nama @mohmahfudmd.

"Memang hal itu sangat disayangkan Gus @gusmusgusmu. Sy sdh meminta Polri utk memproses hukum ini sbg tindak pidana. Sy yakin induk parpolnya jg bsa menindak sebab selain sdh berkomitmen di DPR semua skjen parpol dlm pertemuan dgn Pemerintah/KPU/Bawaslu tgl 22/9/20 jg berkomitmen"

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo, menyelenggarakan konser dangdut dalam rangka perayaan pernikahan di tengah pandemi Covid-19. Konser yang banyak dikecam berbagai pihak ini diselenggarakan di Lapangan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 23 Agustus 2020.

Di sebuah postingan Instagram memperlihatkan  terlihat ribuan orang memadani ruang terbuka untuk menghadiri acara dangdut. Antara warga dengan lainnya banyak yang tidak berjarak sama sekali. Terutama di depan panggung hiburan, mereka tampak berdesak - desakan. Apalagi, warga yang tak memakai masker.

Pasca peristiwa itu Kapolsek Tegal Selatan, Kompol Joeharno dinonaktifkan dari jabatan. Dimana hal tersebut dilakukan karena diduga Joeharno melakukan pembiaran atas konser dangdut tersebut.

Dalam penjelasannya Kapolsek Tegal Selatan menyatakan bahwa dalam izinnya acara hanya diselenggarakan secara sederhana karena acara pernikahan dan khitanan anak. Setelah dicek ternyata mendirikan panggung besar. Sehingga izinnya segera dicabut oleh Kapolsek Tegal Selatan.

Namun Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo, bersikukuh tetap melanjutkan karena semua sudah disiapkan. Pihak Kompol Joeharno hanya bisa bergeming karena kekurangan personil untuk membubarkan konser itu.

Atas peristiwa itu pihak penyelenggara acara musik dangdutan kemungkinan akan dijerat UU Karantina Kesehatan dan KUHP. Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan dan Pasal 216 Ayat 1 KUHP