Gaya Rambut Pasha 'Ungu' yang Kontroversi

news.detik.com

Warnabiru.com - Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau lebih dikenal Pasha 'Ungu ' disorot karena warna rambutnya. Penyanyi grup band Ungu itu mengecat rambutnya dengan warna pirang.

Hal itu terlihat di akun Instagramnya yang bernama @pashaungu_vm. Dalam postingannya pada Senin 27 Juli 2020 terlihat dia dengan seragam PNS menerima kehadiran DPRD Kabupaten Kutai Kertanegara.

Dalam postingan Instagram itu Pasha menuliskan caption. "Terima kasih banyak kami haturkan kunjungan sahabat-sahabat saya anggota DPRD Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur Bapak Johan.. Bapak Syuaib.. Bapak Ma'ruf dan staf Bapak Adi.. semoga betah di palu dalam kunkernya ya.. jangan lupa mampir makan durian Palu yang terkenal enak bangett.. semoga ini jadi berkah manfaat bagi kami masyarakat kota palu Sulawesi tengah, aminn, "

Dengan warna rambutnya yang pirang tidak heran membuat penampilannya mendapatkan banyak komentar warganet. Ada yang memuji karena terlihat modis namun ada pula yang menanyakannya terkait status dirinya sebagai pejabat negara.

Akmal Malik, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri menjelaskan bahwa tidak ada larangan bagi kepala daerah untuk mengecat warna rambut. Karena banyak kepala daerah yang diwarna hitam.

Beberapa tahun silam tepatnya di tahun 2018 penampilan rambut Pasha juga pernah disorot. Karena dia mencukur rambutnya dan menggunakan gaya rambut kucir. Kepala Pusat Penerangan Kementrian Dalam Negeri Arief M Edie, pada 22 Januari 2018 menilai bahwa gaya rambut Pasha sebagai kepala daerah dinilai kurang pas.

Arief menjelaskan dalam bab II UU No 5 tahun 2014 diterangkan mengenai asas prinsip, nilai dasar, serta kode etik dan kode perilaku ASN. Poin penting di pasal 4 adalah menjujung tinggi standar etika yang luhur. Terdapat poin menjaga etika dan santun yakni soal rambut rapi dan sopan

Kategori rambut rapi dan sopan adalah tidak menutupi telinga, rambut belakang tidak menyentuh kerah baju dan rambut tidak menutup mata.

Menurut Arief penggunaan kucir rambut dinilai tidak rapi karena separuh gundul dan separuh panjang sehingga menimbulkan pertanyaan.

news.detik.com/

Gaya rambut dikucir dinilai tidak pas di depan publik. Karena seorang ASN menjadi panutan masyarakat dengan dikucir itulah menimbulkan konflik. Sebab penampilan harus rapi namun malah digondrong kucir, model rambut seperti itu identik dengan rambut perempuan.

Dengan tegas Arief menjelaskan bahwa pejabat publik harus taat aturan dengan menjaga sopan santun etika berpenampilan rapi. Sehingga disarankan menggunakan atribut berciri khas pelayan masyarakat. Sebagai penutup Arief menjelaskan bagi kepala daerah yang menyalahi aturan akan diingatkan. Karena ASN harus patuh pada aturan.